Waterway Masih Banyak Kekurangan
Sabtu, 09 Jun 2007 10:21 WIB
Jakarta - Warga Jakarta boleh saja gembira atas hadirnya alat transportasi di atas air, waterway. Namun, pengoperasian waterway ini terlihat terburu-buru, sehingga masih terlihat banyak kekurangannya."Pa, kok bau yah di dalam kapal. Panas lagi," keluh seorang anak berusia sekitar 7 tahun saat berada di dalam KM Kerapu saat menuju Halte Karet, Jakarta, Sabtu (9/6/2007).Memang, di dalam kapal tidak terlihat satu pun alat pendingin ruangan. Satu-satunya cara agar udara tetap mengalir di dalam kapal adalah dengan membuka jendela lebar-lebar.Dengan membuka jendela, tidak berarti masalah terselesaikan. Bau yang menyengat dari sampah yang mengapung di Sungai Ciliwung pun ikut masuk ke dalam kapal. Dari pantauan detikcom, kekurangsiapan fasilitas dari waterway ini juga terlihat kurangnya lahan parkir bagi para penumpang. Akibatnya, motor-motor calon penumpang terlihat membludak hingga keluar dari lahan parkir yang telah disediakan.Selain itu, loket yang disediakan untuk menjual tiket juga masih terlihat minim. Hanya menggunakan sebuah meja kayu saja untuk melayani para calon penumpang. Masalah yang terpenting adalah keamanan penumpang. Aparat keamanan yang disiapkan di lokasi masih sangat minim. Bahkan, timer bisa muncul begitu saja di pintu masuk bis air itu.
(ary/ary)











































