Sampah Ganggu Perjalanan Kerapu
Sabtu, 09 Jun 2007 08:29 WIB
Jakarta - Masalah sampah ternyata menjadi permasalahan dalam pengoperasian waterway. KM Kerapu VI pun harus berjalan berbelok-belok menghindari sampah yang mengapung di Sungai Ciliwung.Sekitar pukul 07.50 WIB Sabtu (9/6/2007), waterway resmi diluncurkan untuk masyarakat umum di Jakarta. Khairul pun ditunjuk sebagi juru kemudi membawa 24 penumpang dari halte Halimun.Dari pantauan detikcom yang berada di KM Kerapu VI, waterway harus berjalan pelan. Bahkan tidak jarang Kerapu harus berbelok-belok menghindari sampah yang mengapung. Untuk mencapai halte Karet, Kerapu harus menempuh perjalanan sekitar 10 menit. Padahal, Kerapu memiliki kecepatan maksimum 30 knot. Namun karena sampah hanya dapat mencapai 3 knot. "Kalau bisa mencapai kecepatan maksimum, kita hanya butuh 3 menit," tutur Khairul."Saya senang ada transportasi ini. Sekalian wisata bersama anak," tutur Danu, warga Tebet Baru yang ikut dalam kapal.Memang, operasional pertama waterway ini bertepatan dengan hari libur. Sehingga banyak warga Jakarta yang membawa serta keluarganya untuk mencicipi alat transportasi baru ini."Pa, liat pa. Kita ada di bawah jalanan," teriak seorang anak sambil melongokkan kepalanya ke luar jendela. Namun keriaan anak-anak ini harus terhenti, ketika kapal menyentuh halte Karet. Para penumpang pun langsung turun untuk digantikan dengan penumpang yang sudah menunggu di Halte Karet.
(ary/ary)











































