Korban Tewas Bertambah, Jateng Tambah 6 RS Flu Burung

Korban Tewas Bertambah, Jateng Tambah 6 RS Flu Burung

- detikNews
Jumat, 08 Jun 2007 17:26 WIB
Jakarta - Korban tewas akibat flu burung di Jawa Tengah meningkat dibanding tahun sebelumnya. Untuk mencegah korban lebih banyak, rumah sakit khusus flu burung ditambah 6 buah. Sebelumnya, RS flu burung di Jateng berjumlah 4, yakni RS Kariadi Semarang, RS Moewardi Solo, RS Banyumas, dan RS Soewondo Kendal. Sedangkan RS tambahan itu berada di Purwokerto, Magelang, Klaten, Slawi (Tegal), Pekalongan dan Kudus. "Kami sudah menyiapkan ruang isolasi, obat-obatan, hingga sumber daya manusia di RS tambahan tersebut," kata Kepala Dinkes Jateng, Hartanto, di kantornya, Jalan Pierre Tendean Semarang, Jumat (8/6/2007). Selain RS tambahan, Dinkes juga menyiapkan RS tipe B yang tersebar di 20 daerah agar siaga menangani penderita flu burung. Dari jumlah tersebut, 10 RS telah mendapat bantuan peralatan dari Depkes dan obat-obatan. "Kami juga sudah melatih tim medis di RS tipe B tersebut sesuai standar Depkes dan WHO. Pelatihnya kami ambilkan dari RS Kariadi Semarang dan Moewardi Solo," ungkapnya. Mengenai persediaan obat oseltamivir atau tamiflu di Jawa Tengah, Hartanto memastikan jumlahnya masih cukup. Obat tersebut bahkan sudah dipasok hingga ke 847 Puskesmas. Masing-masing Puskesmas mendapatkan sebanyak 300 tablet oseltamivir. "Tapi karena obat ini mahal, memang tidak bisa diberikan sembarangan. Hanya mereka yang menunjukkan ciri-ciri flu burung yang bisa diberi," tambah lelaki yang baru saja dilantik menjadi Kepala Dinkes Jateng ini. Jumlah korban tewas akibat flu burung di Jateng tergolong tinggi. Pada tahun 2005, jumlah korban tewas mencapai 8 orang. Tahun berikutnya, jumlahnya surut menjadi 3 orang. Dan hingga pertengahan 2007 tercatat 5 orang tewas. (djo/djo)


Berita Terkait