5 Warga Jateng Tewas Akibat Flu Burung
Jumat, 08 Jun 2007 17:00 WIB
Semarang - Wabah flu burung di Jawa Tengah nampaknya sudah cukup memprihatinkan. Hingga pertengahan tahun 2007, korban tewas tercatat 5 orang. Kepala Dinkes Jateng, Hartanto, korban tewas berasal dari Magelang, Sukoharjo, Wonogiri, Grobogan, dan Kendal. "Jumlah ini naik dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama," katanya di Kantor Dinkes, Jalan Pierre Tendean Semarang, Jum'at (8/6/2007). Hartanto menyebutkan, pada tahun 2005, korban tewas akibat flu burung berjumlah 8 orang dan pada tahun berikutnya hanya tiga orang. Satu orang positif flu burung yang berasal dari Magelang dinyatakan sembuh setelah dirawat di RS Sardjito Yogyakarta. Mantan Direktur RS Margono Purwokerto itu meminta masyarakat mewaspadai jika kontak dengan unggas, suhu tubuh di atas 38 celcius, leukosit dan limfosit turun, dan tenggorokan acap kali bersuara seperti ada lendirnya. "Gejala seperti itu wajib dicurigai sebagai penyakit flu burung. Harus segera dibawa ke RS dan diberi Tamiflu," jelasnya. Hartanto menyatakan, virus H5NI tersebar cepat di Jateng. Dulu, daerah timur lebih rentan terjangkit virus mematikan tersebut. Namun kini, persebarannya merata. Berdasarkan catatan Depkes, sejak Juni 2005 hingga 31 Mei 2007 tercatat 99 orang terjangkit flu burung dan 79 orang diantaranya meninggal. Jateng menyumbangkan hampir 10 persen korban tewas flu burung dari secara nasional.
(try/nrl)











































