26 Buah Mortir Ditemukan di Ambon, 2 Meledak
Jumat, 08 Jun 2007 15:10 WIB
Ambon - Jumat (8/6/2007), sekitar pukul 11.30 WIT, warga Asmil Batu Merah RT 001/03 dibuat kaget dengan bunyi ledakan cukup keras sebanyak dua kali. Ledakan itu ternyata berasal dari dua buah mortir yang meledak di sebuah lahan kosong bekas rumah terbakar saat konflik Ambon, tahun 1999 lalu.Selain dua ledakan itu, sebanyak 26 buah mortir juga ditemukan. Untungnya, mortir yang meledak tidak melukai warga sekitar. Warga hanya kaget dan langsung menuju lokasi ledakan. Usman, salah seorang warga RT 001/03 Asrama Militer, Jl Kesatrian, Ambon, yang menemukan ke-26 mortir tersebut. Usman menemukan mortir berukuran panjang 25 cm itu di lahan kosong, bekas rumah terbakar akibat konflik Ambon tahun 1999 lalu. "Saya menemukannya di lahan kosong sebuah rumah bekas terbakar, saat mencari lokasi bunyi ledakan. Ledakannya cukup keras," tutur Usman.Melihat alat peledak ini, Usman langsung melaporkan ke salah satu anggota Polisi Satlantas, yang kebetulan berada tak jauh dari lokasi ledakan. Menurut warga sekitar, rumah tempat penemuan mortir itu milik Upi Tuanakotta, warga Asmil Batu Merah. "Pemilik rumah sudah lama mengungsi saat konflik pecah," ujar Andina, warga setempat.Selain menemukan mortir, Usman juga menemukan lima pelontar mortir sepanjang 20 cm. Pelontar ini berada dekat mortir itu. Menurut salah seorang anggota TNI yang berada di TKP, mortir itu berjenis 'mortir 5' buatan AS. "Itu buatanAmerika dan jenisnya mortir 5," kata anggota TNI yang enggan disebut namanya.Guna mengamankan lokasi, polisi dibantu Tim Gegana langsung menyisir seluruh lokasi di sekitar ledakan dengan menggunakan alat detektor. Mortir itu kemudian diamankan dan dibawa ke markas Gegana Polda Maluku di kompleks Brimob, Jl Jenderal Sudirman Ambon, untuk diteliti lebih lanjut.Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Trilulus Rahardjo, juga terlihat di lokasi ledakan. Namun, dia belum mau berkomentar soal penemuan itu.
(han/asy)











































