Sekeluarga Tewas di Siak
Erwin Titipkan Anak Istrinya
Jumat, 08 Jun 2007 11:19 WIB
Pekanbaru - Kematian Erwin bersama anak istrinya di Kabupaten Siak cukup menggemparkan. Dua hari sebelum ajal menjemput, Erwin sempat menitipkan anak istrinya ketangganya.Ruman pondok perkebunan kelapa sawit, PT Ivo Mas, di sanalah Erwin bersama istri dan anaknya tinggal bersama 60 kepala keluarga lainnya. Baru dua bulan ini, dia menjadi bagian penduduk di pondok perkebunan itu.Dua hari sebelum ditemukan meninggal, Erwin selaku kepala keluarga, sempat bercanda kepada tetangganya. Erwin memang dikenal masyarakat setempat sebagai orang yang sangat pandai bergaul. Dia juga dikenal berbicara lemah lembut. "Orangnya cukup ramah dan periang," terang Suryani (40) seorang ibu rumah tangga, kepada detikcom, Jumat (8/06/2007). Suryani membuka kedai di rumahnya yang persis berhadapan dengan rumah korban.Suryani yang berbadan langsing ini menceritakan, sebelum satu keluarga ini tewas secara bersamaan, Erwin sempat ngumpul bersama tetangganya. Seperti biasa, usai kerja, Erwin membeli rokok kretek di kedai Suryani. Waktu mereka kumpul bersama di teras kedai itu, entah apa pasalnya, Erwin spontan menyebut akan menitipkan anak dan istrinya. "Kalau nantinya aku pergi, tolong ya aku titipkan anak dan istriku," kata Erwin sembari tersenyum saat itu seperti yang diungkapan Ibu Suryani. Melihat omongan Erwin yang dianggap aneh ini, salah seorang di antara mereka sempat protes. "Erwin kamu tidak boleh berbicara seperti itu. Omonganmu tidak pantas kamu sebutkan. Pantang kamu ngomong kayak gitu," protes Winarno salah satu dari mereka yang tengah kumpul-kumpul di senja itu. Kendati mendapat teguran dari tetangganya, Erwin tetap saja tersenyum. "Awakkan cuma bergurau aja. Yang awak sembutkan kalau pergi jauh," timpal Erwin lagi. Sore itu tak satu warga pun menaruh curiga atas ungkapan Erwin. Puas saling bercanda, menjelang azan magrib acara ngerumpi sesama tetangga ini pun bubar masing-masing. "Saat itu pun awak menganggap Erwin pastilah bercanda. Tapi rupanya, dua hari setelah itu kami warga di sini menemukan Erwin bersama anak istrinya tewas," kata Suryani.
(cha/djo)











































