Sekelurga Tewas di Siak
Tetangga Sempat Dengar Jeritan
Jumat, 08 Jun 2007 10:55 WIB
Jakarta - Penyebab kematian Erwin bersama istri dan 3 anaknya masih misterius. Namun pada malam hari sebelum mereka ditemukan tewas, tetangga sempat mendengar suara jerit dan tangisan dari rumah Erwin.Erwin bersama keluarganya ditemukan tewas Rabu 6 Juni sekitar pukul 13.00. Kematian satu keluarga ini cukup misterius dan penuh tanda tanya. Namun, saksi yang diperiksa pihak Polsek Kandis, Kabupaten Siak mengaku sempat mendengar suara mencurigakan.Kapolesk Kandis, AKP Thamrin kepada detikcom, Jumat (8/6/2007) menceritakan, pada Selasa (5/06/2007), di Kelurahan Samsam, Kandis, Siak, pada malam hari turun hujan deras. Malam itu, rumah perkebunan PT Ivo Mas dimana Erwin bersama keluarganya numpang di pondok tersebut, terlihat sunyi.Tak ada aktivitas masyarakat keluar rumah. "Karena hujan masyarakat di pondok itu tidak ada yang keluar rumah," terang Thamrin dari hasil pemeriksaan enam orang saksi. Malam yang tengah diguyur hujan deras itu, sekitar pukul 21.00 WIB, salah satu warga mendengar suara jeritan dan tangisan yang cukup kuat. Karena jeritan terus menerus terdengar, satu orang saksi di malam itu mencoba menghampiri rumah Erwin. "Saksi mengaku malam itu Erwin sempat membukakan pintu rumahnya," kata Thamrin.Saksi bertanya pada Erwin mengapa ada suara jeritan anak kecil. Tak cuma itu saksi juga bertanya ada suara erangan yang mirip suara istrinya. Erwin mengaku anak istrinya lagi sakit. "Ga papa bang, anak dan istriku cuma sakit perut biasa aja," kata Erwin malam itu kepada tetangganya. Setelah itu, Erwin lantas menutup pintu rumahnya. Siang harinya, warga pun tak menaruh curiga. Namun siang itu, sekitar pukul 11.00 WIB, saksi bernama Rizal selaku mandor di tempat Erwin bekerja sebagai pengawas material bangunan, curiga karena Erwin tidak masuk kerja. Rizal mencoba mengetuk pintu rumah itu, tapi tidak ada jawaban. Karena itu Rizal mencoba mengitip dari lobang pentilasi kamar Erwin. Namun Rizal dikejutkan dengan pemandangan yang dilihatnya sendiri. Erwin bersama anak dan istrinya tergeletak dengan mulut berbuih. "Rizal adalah saksi pelapor. Setelah ada laporan dari Rizal, kami pun bergegas menuju ke TKP," terang Thamrin. Bila dilihat dari kondisi korban, pihak kepolisian sementara ini menyimpulkan, satu keluarga ini sudah tewas 12 jam sebelum polisi berada di TKP.
(cha/djo)











































