Pengamat: Golput 50%, Pilkada DKI Harus Diulang
Jumat, 08 Jun 2007 10:21 WIB
Jakarta - Banyak pihak menyayangkan Pilkada DKI Jakarta hanya diikuti 2 pasangan, Adang Daradjatun-Dani Anwar dan Fauzi Bowo-Prijanto. Tingginya pemilih golongan putih alias golput pun mengancam.Ancaman tersebut diakui oleh pengamat politik dari LIPI Hermawan Sulistyo. "Besarlah. Nyuruh orang golput lebih mudah daripada nyuruh milih orang," ujarnya kepada detikcom, Jumat (8/6/2007).Tingginya pemilih golput akan berujung pada legitimasi hasil Pilkada DKI Jakarta yang rencananya akan digelar bulan Agustus nanti. Oleh karena itu Hermawan menyarankan pemilihan ulang bila pemilih sah cuma 48-50 persen."Saya khawatir legitimasi rendah. Bila 48-50 persen maka harus diulang," usulnya.Dengan adanya pemilihan ulang tersebut maka peluang calon alternatif untuk maju dalam pemilihan bisa terakomodasi. Hermawan yang juga perancang UU 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah itu menyetujui dibukanya kanal calon alternatif."Dibuka aja di seluruh daerah. Kalau cuma satu-dua daerah nanti yang lain iri. Tapi syaratnya dipersulit, misalnya harus ada pengumpulan KTP dan tanda tangan pendukungnya," pungkas Hermawan.
(gah/nrl)











































