'PDIP' Menghilang dari Istana
Jumat, 08 Jun 2007 08:10 WIB
Jakarta - Sepekan terakhir 'PDIP' mendadak menghilang dari Istana Kepresidenan, Jakarta. Wartawan sempat bingung mencari-cari keberadaannya.Maklum saja PDIP punya peran cukup penting memenuhi hajat hidup para wartawan yang sehari-hari meliput di Istana Kepresidenan. Yakni dengan menyuplai aneka jajanan pada sore dan malam hari.Tentu PDIP di sini bukan kependekan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang dipimpin Megawati Soekarnoputri. Kepanjangan PDIP yang ini adalah Pedagang Dalam Istana Presiden yang dijalankan oleh Mulia (53).Mulia sebenarnya hanya seorang petugas kebersihat outsourcing di kompleks Istana Kepresidenan. Tapi yang membuatnya dicari-cari wartawan adalah usaha asongan minuman dan makanan ringan murah meriah yang dijalankannya.Berdasar hasil 'penelusuran' diketahui bahwa Mulia telah sejak 1 Juni lalu tidak lagi berdinas. Kontrak kerja perusahaan jasa cleaning service tempatnya bernaung di Istana Kepresidenan berakhir."Bersama saya ada empat lagi yang kena PHK. Saya sakit hati, sudah kerja 23 tahun tapi PHK nggak ada pesangon," ujar Mul, panggilan akrab Mulia.Mul menyadari dengan statusnya sebagai pekerja rendahan, outsourcing pula, dirinya tidak terlalu punya hak atas pesangon. Kalau pun ada, nilainya tidak seberapa. Tapi berapa pun, pasti akan sangat berarti untuk sekadar menambah biaya hidup keluarga pria yang mengontrak di daerah Senen itu.Dengan gaji terakhir hanya Rp 820 ribu, praktis ia tidak punya tabungan untuk memodali usaha mandiri di tempat baru. Sedangkan kini dirinya praktis tidak punya penghasilan lagi selain dari hasil dagangan asongannya."Kalau memang nggak bisa kerja lagi di sini, ya setidaknya ada pesangon," gugat Mul yang sedang menunggu kebijaksanaan lebih lanjut dari biro rumah tangga kepresidenan.
(lh/nrl)











































