Pecahkan Rekor, Mahasiswa dan Dosen Unika Berpuisi 75 Jam
Kamis, 07 Jun 2007 15:20 WIB
Semarang - Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang berjuang memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan membaca puisi dalam Bahasa Inggris selama 75 jam nonstop! Acara untuk memeriahkan ulang tahun ke-9 fakultas tersebut itu digelar di Fakultas Sastra Unika, Jalan Bendar Duwur, Semarang, Kamis (7/6/2007). Para pembaca puisi berjumlah 174 orang yang terdiri dari 21 dosen, 5 karyawan, dan mahasiswa.Selama acara berlangsung, pihak MURI selalu memantau. Selain itu, puluhan mahasiswa datang silih berganti ke acara yang berakhir pada pukul 12.00 WIB, Sabtu (9/6/2007) mendatang itu."Durasi pembacaan ada yang 15 menit, ada pula yang mencapai hingga 30 menit. Tergantung panjang pendeknya puisi dan jumlah judul puisi yang dibaca," kata Ketua Bidang Acara Donatus Lado.Lado menambahkan, untuk menyelesaikan waktu 75 jam, pihaknya telah mempersiapkan 2.432 judul puisi. Para dosen, karyawan dan mahasiswa akan membaca puisi secara bergantian.Beberapa pembaca puisi terlihat tidak menjiwai puisi yang dibacanya. Para penonton juga banyak yang tidak memahami puisi. Klop!Namun, Danang Setianto berbeda. Dosen itu begitu menjiwai ketika membaca puisinya, karena pernah belajar di Inggris dan Australia. Ia membaca puisiPercy Bysshe Shelley (1792-1822) dan puisi pendek Ozymandas.Seorang mahasiswa, Andhini Kartika Simeon, mengaku belum bisa membayangkan bagaimana ia membaca puisi dengan baik. "Jadwal saya pada Jumat. Saya akanmencoba dan melakukan yang terbaik. Waktu SMA, saya juara bertahan membaca puisi lho, tapi dalam bahasa Indonesia ," katanya sembari tertawa.Dalam catatan MURI, rekor terlama membaca puisi digelar Pegiat Amatir Sastra di Medan 17-18 Agustus 2004 lalu. Itu pun puisi dalam bahasa Indonesia. Jika 174 dosen, karyawan dan mahasiswa berhasil menyelesaikan target 75 jam, maka hal itu akan jadi rekor baru.
(try/asy)











































