Erwin Pernah Berniat Bunuh Diri

Sekeluarga Tewas di Siak

Erwin Pernah Berniat Bunuh Diri

- detikNews
Kamis, 07 Jun 2007 15:08 WIB
Jakarta - Satu persatu fakta di balik kematian tragis satu keluarga di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau, mulai terkuak. Kuat kemungkinan, mereka meninggal karena bunuh diri.Sinyalemen tersebut diperoleh dari keterangan sejumlah saksi yang telah dimintai keterangan oleh polisi. Saksi-saksi tersebut mengatakan, seminggu sebelum ditemukan meninggal, Erwin sempat mengatakan ingin bunuh diri."Saya sudah tidak kuat lagi menerima himpitan ekonomi ini. Saya dan keluarga akan bunuh diri bersama," kata Kapolsek Kandis AKP Thamrin di kantornya, Kamis (7/6/2007). Thamrin mengutip keterangan seorang saksi tentang curahan hati Erwin.Menurut saksi tersebut, Thamrin sudah tak kuat lagi menanggung biaya hidup keluarganya. Apalagi sebentar lagi, mereka akan kembali mempunyai seorang bayi. Penghasilan Thamrin sebagai tenaga kontrak di PT Sri Primajaya sangat tidak mencukupi."Di TKP polisi menemukan mie instan, daging rendang dan sebuah obat dalam botol. Kami belum tahu obat untuk jenis apa. Saat ini sedang diperiksa di laboratorium," ungkap Thamrin.Hambali, seorang atasan Erwin di PT Sri Primajaya saat ditemui di pemakaman mengatakan, 3 hari yang lalu Erwin sempat berkunjung ke rumahnya. Dalam kesempatan itu, Erwin membawa serta istri dan ketiga anaknya. Suatu hal yang belum pernah dilakukannya."Dia datang meminjam uang Rp 400 ribu untuk biaya kelahiran anaknya. Saya berikan dan sempat saya nasihati agar rajin salat," tutur Hambali.Hambali mengaku sedih dengan kejadian yang dialami Erwin sekeluarga. Dia mengaku sangat akrab dengan Erwin meski belum begitu lama kenal.Erwin memang belum lama tinggal di Kandis, baru sekitar 6 bulan. Pria asal Sumatera Barat ini sebelumnya tinggal di Padang Pariaman. Karena di sana penghasilannya tak menentu, Erwin memilih pulang ke kampung halaman istrinya.Erwin bekerja sebagai buruh kasar di PT Sri Primajaya dan disubkontrakkan ke PT Ivo Mas, sebuah perusahaan kepala sawit. Sebelum meninggal, Erwin sedang bekerja membuat parit di areal perkebunan PT Ivo Mas. (djo/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads