Menhan Sayangkan Komentar LSM Soal Insiden Pasuruan

Menhan Sayangkan Komentar LSM Soal Insiden Pasuruan

- detikNews
Kamis, 07 Jun 2007 14:44 WIB
Jakarta - Insiden berdarah di Alas Tlogo, Pasuruan, memancing komentar pedas dari berbagai LSM. TNI dinilai gagal melakukan reformasi. Namun Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyayangkan komentar-komentar tersebut."Sekarang ini tolong beri waktu kepada Panglima TNI dan KSAL untuk menyelesaikan secara hukum. Jangan menimpali dengan komentar-komentar dari berbagai pihak tentang TNI, Pasuruan, TNI AL dan Marinir," kata Juwono, usai Diskusi bertajuk 'Pencegahan Konflik dan Pembangunan yang Damai' di Gedung LIPI, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (7/6/2007).Ditambahkan dia, peristiwa penembakan warga Alas Tlogo tentunya tidak diinginkan semua pihak apalagi TNI. "Tapi saya menyayangkan komentar-komentar LSM yang menyatakan itu kegagalan dari reformasi TNI. Bukan itu," tegas Juwono.Menurut Juwono, persoalan pertanahan di Indonesia memang sudah menjadi sengketa sejak tahun 1960-an. Untuk itu, Dephan bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah melakukan kerjasama saat Kepala BPN Joyo Winoto menemuinya 3 bulan lalu."Saat itu Pak Joyo datang ke Dephan untuk melaporkan perkembangan masalah tanah terutama yang berhubungan dengan aset TNI berupa tanah yang berada dekat pangkalan, bandara, atau fasilitas militer lainnya," ungkap Juwono.Dephan juga sedang menelaah satu per satu masalah hukum yang terkait sengketa tanah milik TNI. "Ini tentunya jadi persoalan yuang sulit diselesaikan dalam waktu singkat," ujarnya.Terkait rencana pemanggilan Komnas HAM tehadap pejabat TNI AL, Juwono mengatakan hal itu menjadi kewenangan Panglima TNI menjawabnya. Juwono meminta, semua pihak memberi kesempatan kepada POM AL memeriksa 13 anggota Marinir yang menjadi tersangka penembakan. (bal/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads