Perangkap Fauzi-Prijanto Mengancam Agum-Didik

Perangkap Fauzi-Prijanto Mengancam Agum-Didik

- detikNews
Kamis, 07 Jun 2007 13:04 WIB
Jakarta - Agum Gumelar-Didik J Rachbini diusung PKB dan PAN di hari terakhir pendaftaran cagub-cawagub DKI. Agum-Didik masih harus mencari dukungan parpol lain untuk maju. Bila Agum-Didik tidak hati-hati, maka perangkap Fauzi Bowo-Prijanto bisa menjebak mereka. Pilkada memang aksi politik! Wajar, bila muncul adu strategi dan skenario. Tapi, bila politisi tidak jeli, maka bisa jadi lobi yang mereka lakukan menjadi mentah dan bahkan terperangkap pada posisi yang tidak menguntungkan. Hal ini bisa terjadi pada pasangan Agum-Didik. Informasi yang didapatkan detikcom, Kamis (7/6/2007), Agum-Didik saat ini tengah mengincar dukungan Partai Bulan Bintang (PBB). Di DPRD DKI, Agum memiliki dua kursi, atau setara 1,6%. Tambahan dukungan PBB ini memang bisa menggenapkan dukungan untuk Agum-Didik menjadi di atas 15%. Saat ini, dengan dukungan dari PAN dan PKB, Agum-Didik hanya memiliki 14,6% kursi DPRD DKI. PAN memiliki 7 kursi, sedangkan PKB memiliki 4 kursi. Jumlah keseluruhan kursi di DPRD 75 buah. Dengan ditambah dukungan PBB, maka Agum-Didik berharap bisa mendaftar ke KPUD DKI dengan mengantongi 16,2 % kursi. Salah seorang sumber detikcom mengatakan kemungkinan PBB akan mengiyakan mendukung Agum-Didik. Namun, dukungan PBB hanyalah strategi untuk memuluskan langkah Fauzi-Prijanto. Maklum PBB saat ini sudah berdiri dalam barisan Koalisi Jakarta yang mengusung Fauzi-Prijanto. PBB kemungkinan akan ikut mengusung Agum-Didik hingga pendaftaran ke KPUD. "Di saat KPUD melakukan verifikasi, PBB kemungkinan akan menarik dukungannya dan kembali ke Koalisi Jakarta. Jadilah, pasangan Agum-Didik gigit jari, karena tidak akan bisa meneruskan pencalonannya. Karena itu, Agum-Didik harus cermat," kata sumber itu. Strategi beralihnya PBB ke kubu Agum-Didik dimaksudkan untuk merangsang PKS agar segera mendaftarkan pasangan Adang Daradjatun-Dani Anwar ke KPUD. Ini tentu skenario lain, selain Koalisi Jakarta juga mengusung pasangan cagub-cawagub bayangan (boneka) Ian Faridh-Irwan. Jika Agum-Didik mendaftarkan ke KPU, begitu juga dengan PKS mendaftarkan Adang-Dani, maka Koalisi Jakarta hanya mendaftarkan pasangan cagub-cawagub sebenarnya, Fauzi Bowo-Prijanto. Ketiga pasang ini dipastikan lolos mendaftar secara administratif ke KPUD. Nah, Koalisi Jakarta baru akan memainkan strateginya saat KPUD melakukan verifikasi. Bila PBB keluar mendukung Agum-Didik, maka Agum-Didik dipastikan akan terjungkal. "Bila Agum-Didik terjungkal, maka dalam Pilkada DKI nanti hanya ada dua pasang calon, Fauzi Bowo-Prijanto dan Adang-Dani. Dan adanya dua pasangan inilah yang diinginkan Koalisi Jakarta," ujar dia. Hingga saat ini, skenario-skenario yang berkembang luas di kalangan politisi ini belum bisa dikonfirmasi secara detil. Namun, Wakil Ketua DPW PBB DKI Jakarta, Alamsyah Lubis, telah membantah akan mendukung Agum-Didik. Jika PBB tidak akan mendukung Agum-Didik, parpol apa yang menambah dukungan Agum-Didik? (asy/nrl)


Berita Terkait