Cagub Boneka Manuver Keterlaluan dan Mencemooh Demokrasi
Kamis, 07 Jun 2007 11:45 WIB
Jakarta - Wacana cagub boneka agar proses Pilkada DKI Jakarta bisa berlanjut dinilai sebagai manuver yang keterlaluan. Hal ini sama saja dengan mempermainkan demokrasi bahkan warga ibukota."Itu namanya mencemooh demokrasi dan mempermainkan aspirasi masyarakat," kata Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Politik Indo Barometer Muhammad Qodari dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (7/6/2007).Qodari mengingatkan, kemampuan cagub boneka yang diusung pastinya pas-pasan. "Kalau ada cagub boneka, pasti tidak berkualitas. Tujuannya tentu untuk memenangkan pasangan lainnya," ujarnya.Yang jelas, lanjut Qodari, warga Jakarta yang punya hak pilih, akan semakin banyak yang tidak menggunakannya. "Mungkin bisa di bawah 40 persen dari total pemilih di Jakarta," jelasnya.Dalam pandangannya, Qodari menilai, antiklimaks yang terjadi dalam Pilkada DKI karena sejak awal terjadi rekayasa politik yang luar biasa. Jika melihat konfigurasi hasil Pemilu 2004, seharusnya minimal ada 4 pasang cagub yang mendaftar."Pilkada Jakarta sudah mengalami rekayasa politik luar biasa. Aspirasi konstituen sejak awal ditutup. Elit parpol terlalu kuat," tandasnya.
(bal/sss)











































