Perkelahian Maut di SD Pemecutan Jangan Diperpanjang

Perkelahian Maut di SD Pemecutan Jangan Diperpanjang

- detikNews
Kamis, 07 Jun 2007 10:56 WIB
Denpasar - Kasus perkelahian yang menyebabkan seorang siswa SD Pemecutan meninggal dunia mendapat perhatian DPRD Kota Denpasar. Mereka berkunjung ke SD tersebut.Dalam kunjungannya ke SD Pemecutan, Jl Gunung Cemara, Denpasar, Kamis (7/6/2007), banyak hal yang dikomentari para anggota dewan. Namun intinya mereka berharap kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.Ketua Komisi D DPRD Kota Denpasar yang membidangi masalah pendidikan, Ketut Ceteg Rurung, mengharapkan kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan. Menurutnya, polisi tidak perlu memperpanjang kasus ini."Proses hukum memang kewenangan polisi, kita tidak bisa intervensi. Tapi kami berharap agar proses kasus hukum ini tidak diperpanjang," kata Ceteg.Terkait hal itu, Ceteg mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Denpasar serta kedua keluarga."Mudah mudahan kita bisa menjembatani masalah ini. Kasus ini adalah musibah, untuk itu kami berharap orangtua siswa bersikap tenang, hingga proses belajar mengajar bisa terus berjalan," kata Ceteg.Ceteg juga berharap, siswa yang terlibat perkelahian tersebut tidak dikeluarkan dari sekolah."Hal itu tidak boleh terjadi. Dia tidak dinaikkan kelas pun tidak boleh jika dikaitkan dengan kasus ini. Kalau nilainya tinggi, ya harus naik kelas," ujar Ceteg.Selain Ceteg, anggota DPRD Kota Denpasar lainnya yang berkunjung ke SD Pemecutan adalah Ketua FPG Anak Agung Ngurah Gede Widiada. Dalam kesempatan itu Widiada memberikan sejumlah bantuan dan mengucapkan bela sungkawa. (djo/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads