Ongen Mampir di Coffee Bean, Tapi Tidak Berkomunikasi dengan Munir
Rabu, 06 Jun 2007 18:38 WIB
Jakarta - Raymond Latuihamallo alias Ongen mengaku berada dalam satu pesawat dengan aktivis HAM Munir dalam penerbangan Garuda ke Belanda. Ia pun mengaku sempat turun di Bandara Changi Singapura dan mampir di Coffee Bean."Ia mencari obat sakit kepala dan mencari minum di sana karena kesehatannya kurang fit. Tapi tidak berkomunikasi dan bersentuhan dengan Munir," ungkap kuasa Hukum Ongen, Ozak Sihotang, di Restoran Sizzler, Dukuh Atas, Jakarta, Rabu (6/6/2007).Menurut Ozak, penerbangan Ongen ke Belanda dengan nomor penerbangan GA 974 itu dalam rangka mempromosikan lagu-lagu rohani dan lagu-lagu Ambon. Ongen diundang menyanyi di sebuah Gereja di Belanda."Ongen ini musisi dan banyak menyanyikan lagu-lagu rohani," imbuh Ozak.Mengenai pemberitaan yang menyebutkan bahwa Ongen adalah preman politik dan sebagai pengedar obat terlarang, dengan tegas Ozak membantahnya."Kita menyesalkan pemberitaan itu. Soal itu sudah diklarifikasi dan yang bersangkutan sudah meminta maaf," ujarnya.Saat pesawat tiba di bandara Schipol, Belanda, pihak kepolisian Belanda menahan sementara seluruh penumpang untuk tidak boleh turun. Semua penumpang diperiksa karena ada salah satu penumpang, Munir, meninggal dunia.Kemudian pada 30 Maret 2007, Ongen dipanggil oleh Direktorat 1 Kamtranas Bareskrim Mabes Polri untuk dimintai keterangan sebagai saksi."Barulah pada tanggal 3 dan 4 April 2007, Ongen di-BAP (Berkas Acara Pemeriksaan) di Polda Metro Jaya oleh penyidik," tambah Ozak.Selepas diperiksa, Ongen ke Belanda lagi. Kemudian pada 20 April 2007, saat dirinya kembali ke Indonesia melalui Kuala Lumpur, dua penyidik Mabes Polri menemui dia.Pada 20 April, pukul 23.00 WIB, Ongen tiba di Bandara Soekarno Hatta dan langsung dibawa ke Mabes Polri. Pada 21 April, Ongen di-BAP di Mabes Polri sebagai saksi. Pada 16 Mei kembali diperiksa.Ongen, pria kelahiran Ambon 3 April 1956 ini, sekarang sudah tinggal di rumahnya di Jl Melati Blok B 19/12 Rt 07 RW 7 Jurangmangu Timur, Pondok Aren, Tangerang. Dia sudah tidak lagi berada di bawah pengawasan polisi.
(anw/aba)











































