Ikapi: Kami Bukan Bandar Narkoba, Razia Buku Sejarah Berlebihan

Ikapi: Kami Bukan Bandar Narkoba, Razia Buku Sejarah Berlebihan

- detikNews
Rabu, 06 Jun 2007 15:44 WIB
Jakarta - Kejaksaan Agung giat merazia buku sejarah yang memuat G30S tanpa PKI. Penerbit pun kesal karena diperlakukan bak bandar narkoba. Padahal 'bola' kurikulum ada di tangan pemerintah."Razia yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung terlalu berlebihan. Kami ini bukan bandar narkoba atau benda yang membuat masyarakat resah," kata Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Setia Dharma Madjid di Sekretariat Ikapi, Jl Kali Pasir, Cikini, Jakarta, Rabu (6/6/2007).Pihaknya, lanjut dia, hanya ingin melakukan pengkajian tentang hal apa yang dilarang pemerintah. Sebab yang membuat acuan adalah pemerintah. Jadi tidak ada pikiran dari penerbit untuk membuat buku yang tidak sesuai."Razia sampai ke gudang penerbit telah merusak citra penerbit di mata pelanggan. Apalagi kejadian ini di-blow up berulangkali oleh media massa dengan dilengkapi foto yang memperlihatkan penerbit buku tertentu," cetus Setia.Setia juga mengeluhkan razia tidak hanya terjadi pada buku sejarah yang memuat G30S tanpa PKI, tapi juga semua buku sejarah kurikulum 2004."Kalau sudah tidak sesuai dengan kurikulum, tidak usah ditarik juga sudah tidak laku," ketus Ketua Buku Bidang Pelajaran Bahri.Anggota Tim Kerja Buku Pelajaran, Stefanus Suparno, menyarankan penarikan buku dilakukan Ikapi sebagai payung penerbit dari gudang penerbit, lalu diserahkan ke Kejaksaan Agung. (sss/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads