Demo Kejari, Massa Minta Bupati Semarang Dikeluarkan dari LP

Demo Kejari, Massa Minta Bupati Semarang Dikeluarkan dari LP

- detikNews
Rabu, 06 Jun 2007 15:32 WIB
Semarang - Ratusan orang berunjuk rasa meminta Kejari Ambarawa mengeluarkan Bupati Semarang Bambang Guritno dari LP Benteng Pendhem Ambarawa. Bambang ditahan karena diduga terlibat korupsi pengadaan buku tahun 2003 senilai Rp 3 miliar. Massa yang merupakan gabungan dari forum lintas parpol, agama, dan pondok pesantren itu datang dengan mengendarai sejumlah truk ke kantor Kejari, Jalan Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (6/6/2007). Tak ada spanduk, poster atau coretan yang terpampang. Sekitar 100-an polisi dari Polres Semarang menjaga pintu lobi. Beberapa saat kemudian, perwakilan massa dipersilakan masuk ke aula di lantai dua. Asintel Kejati Pudji Basuki dan Kajari Widyoko telah siap di ruangan tersebut. Dalam dialog, KH Ahmad Fauzan menyatakan, penahanan bupati sarat nuansa politis. Padahal yang diusut kejaksaan murni kasus hukum. "Kami minta bupati dikeluarkan dari LP dan statusnya diubah menjadi tahanan rumah atau tahanan kota," katanya. Kiai yang mengaku mendukung bupati yang biasa dipanggil BG itu menambahkan, pihaknya siap menjadi jaminan hukum atas perubahan status bupati. Dia berharap bupati bisa kembali ke rumah dinas dan bertugas sebagaimana biasa. Setelah sejumlah perwakilan massa bicara, Kajati Widyoko menjelaskan, saat ini, status bupati adalah tahanan Pengadilan Negeri. "Kemarin, berkasnya sudah kami limpahkan. Jadi, bapak-bapak seharusnya menyampaikan aspirasinya ke pegadilan," katanya. Merasa kecewa dengan jawaban itu, seorang pendemo mengancam akan mendatangkan massa lebih banyak. Pendemo akhirnya meninggalkan Kejari tanpa hasil. Sementara PKB Semarang yang tercatat sebagai partai penyokong bupati mendukung aksi massa tersebut. Mereka menilai aksi itu dilakukan, karena masyarakat Semarang merasa kehilangan pemimpinnya. "Kami melihat penahanan bupati merupakan ekses dari pertarungan politik. Lawan-lawan politik bupati terus menekan aparat agar bupati dijebloskan ke tahanan dan pengadilan," kata Ketua PKB Semarang, Lukman Hakim Al-Jambi kepada detikcom. (try/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads