Ada Unsur Keterpaksaan dalam Kasus Pasuruan Berdarah
Rabu, 06 Jun 2007 15:31 WIB
Jakarta - Hilangnya 4 nyawa warga Alas Tlogo, Pasuruan, Jawa Timur, disesalkan Komandan Korps Marinir (Dankormar) yang baru dilantik, Mayjen Marinir Nono Sampono. Dia menilai ada unsur keterpaksaan."Masyarakat yang menjadi korban tidak menghendaki itu, apalagi kita. Jadi kalau saya nilai, ini terjadi karena ada unsur keterpaksaan, saya kira masyarakat juga punya keterpaksaan," ujar Nono.Hal itu disampaikan dia usai sertijab Dankormar di Lapangan Markas Brigade Infanteri II Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (6/6/2007).Menurut dia, bagi prajurit, keterpaksaan itu ada dua alasan. Pertama, nyawa atau keselamatan diri sudah terancam. Dan kedua, kehormatan diri sudah hilang."Kita tetap akan melakukan introspeksi diri, dan kita serahkan kepada pihak yang berkompeten di bidang hukum dan para ahlinya. Biarkan mereka bekerja, jadi saya belum bisa berkomentar," imbuh Nono.Bagaimana agar hal itu tidak terjadi lagi ke depannya? "Saya kira semuanya harus introspeksi. Tempat itu kan perlu bagi kita untuk latihan," imbuhnya.Soal relokasi warga, menurut Nono, sudah sesuai dengan rencana KSAL dan Panglima Armada Timur. "Itu akan dilakukan," tukas Nono.
(nvt/nrl)











































