Kerusakan Alarm Tsunami di Aceh Masih Diselidiki
Rabu, 06 Jun 2007 15:24 WIB
Banda Aceh - Tiga tower Tsunami Early Warning System yang Senin lalu mendadak berbunyi dan membuat panik warga Banda Aceh masih terus diperbaiki. Hingga saat ini belum diketahui kenapa alarm tersebut berbunyi, meski tidak ada tanda-tanda akan munculnya tsunami. "Masih terus diperbaiki oleh tim dari Jakarta. Dan kita belum tahu, sampai kapan, karena mereka juga masih terus bekerja dan sampai sekarang belum dapat diketahui penyebab kerusakan alarm tersebut," jelas Kepala Stasiun Geofisika Mata Ie, Banda Aceh, Syahnan pada detikcom, Rabu (6/07/2007). Sementara itu, salah satu tower yang berbunyi pada Senin lalu di kawasan Lhoknga, Aceh Besar, dirusak masa. Sebab, bunyi alarm tower tersebut tidak kunjung berhenti. Akibatnya, puluhan warga menjadi kesal dan merusak tower tersebut pada Senin sore lalu. Dan bunyi alarm baru berhenti ketika warga merusak tower tersebut. Seperti yang diberitakan sebelumnya, hampir seluruh warga Banda Aceh dan sebagian warga Aceh Besar, khususnya yang tinggal di kawasan pentai lari tunggang langgang menyelamatkan diri ke tempat-tempat yang dianggap cukup tinggi untuk berlindung. Sebab, salah satu alarm tsunami yang berada di kawasan Kajhu, Aceh Besar, bunyi secara tiba-tiba. Bahkan, dua alarm lainnya juga berbunyi berselang sekitar 5 jam. BMG sendiri mengatakan, alat yang dikontrol dengan sistem GSM dan satelit itu kemungkinan mengalami kerusakan teknis dan bukan human error. Sementara itu, sekitar pukul 03.20 WIB dini hari tadi, Banda Aceh diguncang gempa dengan kekuatan 4,7 SR. Pusat gempa yang berada di sekitar 70 km barat daya Banda Aceh itu hanya dirasakan oleh sebagian warga.
(ray/asy)











































