Gara-gara Trauma, Pemeriksaan Warga Alas Tlogo Gagal
Rabu, 06 Jun 2007 15:14 WIB
Pasuruan -
Pemeriksaan warga Alas Tlgo, Lekok, Pasuruan oleh Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Lantamal V Surabaya gagal. Warga Alas Tlogo trauma sehingga tidak bisa dimintai keterangannya seputar kasus penembakan yang menewaskan 4 warga.Pemeriksaan akan ditunda, Sabtu 9 Juni mendatang. Sesuai jadwal 15 orang warga Alas Tlogo akan dimintai keterangan sebagai saksi yang melihat langsung peristiwa penembakan oleh anggota Marinir.Pemeriksaan yang direncanakan di Mapolsek Grati sekitar 6 kilometer dari lokasi kejadian pukul 09.00 WIB, Rabu (6/6/2007) urung dilakukan. Namun, pada pukul 11.00 WIB pemeriksaan dipindahkan ke Mapolres Pasuruan.Sejumlah petugas penyidik Pomal Lantamal V Surabaya yang berada di Polres Pasuruan, didatangi Ketua Tim Kuasa Hukum Warga Alas Tlogo Aries Sugihartono untuk memastikan pemeriksaan. "Setelah bertemu dengan personil Pomal, dijelaskan pemeriksaan ditunda hari Sabtu besok," terangnya kepada wartawan.Aries menjelaskan jumlah saksi yang akan dimintai keterangan sebanyak 21 orang dan mereka akan diperiksa secara bertahap. Warga, kata Aries, akan memberikan keterangan berdasarkan apa yang didengar, dilihat dan dialami ketika insiden terjadi.Pembatalan penyidikan, lanjut Aries, disebabkan Pomal Lantamal V Surabaya belum menyelesaikan administrasi pinjam pakai markas Polsek Grati sebagai tempat penyidikan. "Pomal akan memulai penyidikan bila administrasinya dengan Polres Pasuruan selesai," ujarnya.Namun, kata Kepala Desa Alas Tlogo Imam Subnadi, selain masalah administrasi, pembatalan penyidikan juga disebabkan sebagian warga masih mengalami trauma pasca penembakan anggota Marinir itu. "Warga belum siap dan masih trauma. Seperti Jumaat bapak korban tewas Dewi Khodijah dan Saumar bapak korban tewas Rohman," jelasnya.
(mar/mar)










































