Korban Pemerkosaan Polisi, Perawat di RS Polda Riau
Rabu, 06 Jun 2007 15:12 WIB
Pekanbaru -
Korban dugaan pemerkosaan yang dilakukan seorang oknum di jajaran Poltabes Pekanbaru, ternyata seorang perawat. Wanita ini bertugas di RS Bayangkara, Polda Riau. Sejak mencuatnya kasus pemerkosaan yang dilakukan oknum Poltabes Pekanbaru itu, korban pun sangat sulit untuk ditemui. Sejumlah sumber detikcom, menyebut korban dugaan pemerkosaan ini, berinisial RM itu bertugas sebagai perawat di RS Polda Riau, Jl Kartini, Pekanbaru. Rabu ( 6/06/2007 ), detikcom mencoba mencari tahu korban. Beberapa perawat yang sempat ditemui, membenarkan inisial RM bertugas di rumah sakit tersebut. Pun ketika detikcom menghampir piket jaga, seorang wanita mengenakan baju putih yang terlihat juga sebagai perawat membenarkan RM bertugas di sana ."Benar Pak, nama RM perawat di rumah sakit ini," terang penjaga piket yang tidak bersedia menyebutkan namanya. Lantas apakah RM perawat ini merupakan korban pelecehan seksual yang kasusnya bergulir di Poltabes Pekanbaru, seorang perawat yang tengah piket siang itu tidak bersedia berkomentar. "Entahlah saya kurang tahu Pak," katanya dengan gaya tak acuh. Ketika didesak apakah bisa bertemu dengan RM, piket penjaga menyebut, bahwa RM sedang tidak bertugas. "Dia hari ini tidak masuk, lagi off. Jadi nggak mungkin bisa ketemu dia," jelas penjaga piket itu. Lantas kapan RM masuk bertugas lagi?. Lagi-lagi penjaga piket ini menunjukan sikap tidak bersahabat. Seakan penjaga piket ini menutupi keberadaan RM yang kini lagi bermasalah dalam kasus dugaan korban pencabulan oknum polisi. "Saya tidak tahu kapan dia masuk lagi," ketus wanita itu. Apakah besok RM sudah bertugas kembali? " Mohon maaf, kayaknya sampai besok pun dia tidak masuk. Kayaknya dia cuti. Jadi kami tidak tahu kapan pastinya dia masuk kerja lagi," kata penjaga piket di bagian ruang Perawat. Sebagaimana diketahui, RM sebelumnya melaporkan kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa dirinya. Dia diperkosa di salah satu hotel di bawah ancaman pistol sang oknum plisi itu. Pelakunya merupakan anggota jajaran Poltabes Pekanbaru. Informasi yang dihimpun, pelaku itu merupakan anggota Polsek Tenayan Raya, Pekanbaru bernama Patijalawa Hulu (30) berpangkat Brigadir. Kabarnya, pelaku baru sekitar sebulan ini kembali ke Pekanbaru setelah sebelumnya di BKO-kan di Aceh. Kapoltabes Pekanbaru, Kombes Syafrizal Nursal kepada wartawan menyebut, bahwa antara RM dan Patijalawan sudah satu bulan terakhir ini berpacaran. Mereka berdua pergi ke hotel untuk saling curhat. Dimana kedua bersepakat untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan.Hanya saja, kabarnya pihak keluarga perempuan ada yang tidak setuju atas hubungan mereka. Ketika mereka dalam satu kamar hotel, tiba-tiba RM menerima telepon dari keluarganya dan menyuruh segara pulang. "Begitu menerima telepon, wanita itu panik. Dan berusaha keluar dari jendela hotel. Saat itu pacarnya mencoba menolong. Dan membiarkan RM keluar dari kamar. Itu keterangan dari anggota kita yang tengah dalam penyelidikan," kata Syafril. Soal todongan senjata, Kapoltabes juga membantahnya. Menurut keterangan anggotanya, memang saat itu dia membawa pistol. Tapi pistol itu tidak dia todongkan kepada pacaranya. Pistol itu diletakan di atas lemari yang tersedia di kamar hotel. "Untuk membuktikan ada tidaknya tindak pemerkosaan, tentulah harus ada hasil visum. Dari sana akan diketahui ada tidaknya tindakan pencabulan itu. Karena itu kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Kalau memang bersalah, ya kita tindak," terang Syafril.
(cha/djo)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































