Mengejar Ayam, Menghindari Kerbau & Menonton Wayang

Masa Kecil Obama di Jakarta:

Mengejar Ayam, Menghindari Kerbau & Menonton Wayang

- detikNews
Rabu, 06 Jun 2007 10:10 WIB
Mengejar Ayam, Menghindari Kerbau & Menonton Wayang
Jakarta - Dalam buku keduanya yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi Menerjang Harapan: Dari Jakarta Menuju Gedung Putih, Barack Obama tak lupa menulis tentang Indonesia. Dia menjelaskan sejarah Indonesia maupun pengalamannya menetap di Jakarta selama 3,5 tahun.Dia menulis esai panjang tentang Indonesia antara lain karena ingin dipandang sebagai calon presiden yang paham masalah-masalah internasional. Sepanjang 10 halaman dia mengulas evolusi Indonesia dari kampung besar yang menjadi antek politik dan ekonomi AS, yang lalu mengalami krisis moneter dan reformasi, serta menjadi negara yang tidak toleran lagi."Sebagian besar warga Amerika tidak dapat menentukan lokasi Indonesia dalam peta. Fakta ini membingungkan orang-orang Indonesia, karena selama 60 tahun ini takdir bangsa mereka secara langsung terikat pada kebijakan luar negeri AS," tulis Obama.Untuk membuktikan pemahamannya tentang Indonesia, Obama menceritakan 3,5 tahun masa kecilnya di Jakarta sejak 1967. Keluarga Obama ke Indonesia karena mengikuti ayah tirinya, Lolo Sutoro, seorang anggota TNI berpangkat letnan."Keluarga kami belum berkecukupan pada tahun-tahun awal itu, angkatan bersenjata Indonesia tidak membayar para letnannya dengan gaji besar. Kami tinggal di sebuah rumah yang sederhana di pinggiran kota, tanpa pendingin udara, kulkas atau toilet siram. Kami tidak mempunyai mobil -- ayah tiri saya mengendarai sebuah sepeda motor, sementara ibu saya naik bus umum lokal setiap pagi ke kedutaan AS, tempatnya bekerja sebagai seorang guru bahasa Inggris. Tak punya uang untuk bersekolah di sekolah internasional yang biasa dimasuki oleh anak-anak ekspatriat, saya bersekolah di sekolah-sekolah Indonesia lokal dan bergaul dengan anak-anak petani, pelayan, penjahit, dan juru tulis," cerita Obama."Sebagai seorang bocah berusia tujuh atau delapan tahun, hal ini tidak terlalu merisaukan saya. Saya ingat tahun-tahun itu sebagai masa yang menyenangkan, penuh dengan petualangan dan misteri -- hari-hari mengejar ayam dan berlari menghindari kerbau, malam-malam menonton wayang kulit dan kisah-kisah hantu dan penjual kakilima yang menjajakan gula-gula yang lezat ke kampung kami. Bagamanapun saya tahu, dibandingkan tetangga kami, hidup kami cukup baik -- tidak seperti kebanyakan orang, kami tidak pernah kekurangan makanan," tulis Obama.Setelah 3,5 tahun, Obama kembali ke Honolulu untuk menghabiskan masa remaja dan menamatkan SLTA-nya. "Apa yang saya ketahui mengenai sejarah Indonesia yang berikutnya, umumnya saya dapatkan dari buku-buku, koran-koran dan kisah-kisah yang diceritakan oleh ibu saya," cerita Obama.Dan ketika menjadi senator beberapa puluh tahun kemudian, Obama turut memperjuangkan dana bantuan flu burung untuk Indonesia. Dia bisa mengerti mengapa flu burung susah diberantas di negeri ini, karena ayam-ayam tinggal serumah dengan pemeliharanya. Ayam-ayam tinggal di perkampungan, bercampur dengan masyarakat, sehingga ketika dia kecil, dengan mudah dia mengejar ayam-ayam itu. Petok..petok...petok...Gambar:1) Buku Obama2) Obama kecil bersama keluarga (diambil dari buku Obama) (nrl/umi)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads