KPUD Ajak Mahasiswa Suarakan Anti Golput Jelang Pilkada DKI

KPUD Ajak Mahasiswa Suarakan Anti Golput Jelang Pilkada DKI

- detikNews
Selasa, 05 Jun 2007 17:27 WIB
Jakarta - KPUD DKI Jakarta menyasar kalangan mahasiswa agar tidak golput dalam Pilkada DKI pada Agustus 2007. Satu-satunya upaya untuk mewujudkan demokrasi adalah ikut memilih cagub dan cawagub yang bertarung dalam pilkada."Ini mekanisme paling demokratis," tegas Sekretaris KPUD DKI Jakarta Muflizar dalam diskusi di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Jalan Cirendeu, Jakarta, Selasa (5/6/2007).Diakui Muflizar, golput kini menjadi pilihan banyak orang. Banyak sebab yang membuat orang hanya menjadi penonton dalam proses pemilu atau pilkada. Salah satunya karena kegagalan calon yang mereka pilih. "Biasanya tidak membawa perubahan yang signifikan," ujar dia.Pilihan golput, imbuh dia, terkait erat dengan tingkat pendidikan pemilih. Semakin tinggi pendidikannya, orang akan semakin sadar untuk ikut menentukan arah kebijakan pemerintah.Sementara perwakilan akademisi FISIP UMJ Abdul Halim Mahalli mengatakan, ada semacam kekhawatiran di kalangan mahasiswa sehingga memilih golput."Padahal generasi muda adalah generasi perubahan, memiliki moral yang luar biasa, sayang kalau tidak digunakan," ujarnya.Dekan FISIP UMJ Prof Dr Suradika menambahkan, istilah golput ada sekitar tahun 1970-an. Tokoh yang terkenal menyuarakan golput salah satunya adalah Arif Budiman.Golput bisa disebabkan banyak hal, antara lain minimnya cagub dan cawagub yang bertarung dan tidak puas dengan calon yang ada."Suara anti golput harus disuarakan oleh mahasiswa. Upaya yang harus dilakukan adalah memberikan informasi tentang pentingnya Pilkada DKI. Karena memakan biaya Rp 124 miliar," ujar Suradika. (umi/sss)


Berita Terkait