Warga Jepara Minta Jaminan Keamanan PLTN Muria
Selasa, 05 Jun 2007 15:53 WIB
Jepara - Pembangunan PLTN Muria memang baru sebatas idee. Namun karena khawatir dampak buruknya, warga Jepara minta jaminan keamanan dari pemerintah.Anggota DPRD Jepara, Nurhadi, mengatakan, di tingkat legislatif sudah ada pembahasan tentang rencana pembangunan PLTN Muria. Namun pembahasannya belum sampai pada rencana aksi."Ada anggota DPRD yang menolak (pembangunan PLTN), namun ada juga yang menerima. Sampai sekarang, kita masih terus menyerap aspirasi masyarakat," katanya saat mengikuti Aksi Akbar dan Doa Bersama Menolak PLTN Muria di Lapangan Ngabul, Kecamatan Tahunan, Jepara, Jawa Tengah, Selasa (5/6/2007).Nurhadi menjelaskan, dari beberapa pertemuan dengan kelompok masyarakat maupun ahli, DPRD menyimpulkan bahwa masyarakat butuh jaminan keamanan seandainya PLTN itu jadi di bangun pada tahun 2010 mendatang.Dari pengalaman di negara luar diketahui bahwa pembangunan PTLN biasanya terkesan dipaksakan. Dengan dalih pencarian sumber energi baru, pemerintah membangun PLTN."Dampak buruk PLTN sangat jelas. Tragedi Chernobyl jadi bukti. Di Jepang, pulau yang ada PLTN-nya tak bisa dihuni. Lingkungannya rusak," kata politisi yang mengaku pernah berkunjung ke negeri Sakura itu.Selain itu, sejatinya PLTN bisa jadi merupakan akal-akalan negeri kaya terhadap negara berkembang. Dengan pembangunan PLTN, tenaga ahli di negara kaya bisa dipekerjakan."Sampai sekarang, Indonesia tidak punya tenaga yang benar-benar ahli soal nuklir lho. Lalu mengapa harus dipaksakan membangun (PLTN)? Bila dibandingkan, biaya membangun dan hasilnya sebenarnya tidak sebanding," papar anggota DPRD yang memimpin Komisi A itu.Menurut rencana, PLTN Muria akan dibangun di pinggiran pantai Jepara, yakni di Ujung Lemahabang, Ujung Watu, dan Ujung Grenggengan. Daerah tersebut masuk wilayah Kecamatan Bangsri dan Keling, Jepara.PLTN Muria direncanakan beroperasi pada tahun 2016 dengan kapasitas 2000 Mega Watt. Sumber energi tersebut ditargetkan mengaliri kebutuhan listrik area Jawa, Bali, dan Madura.
(try/djo)











































