Tembak Mati Calon Akpol, Tentara Desersi Dicomot Polisi
Selasa, 05 Jun 2007 15:09 WIB
Jakarta -
Lari dari penjara Sukamiskin, Djoko tak kapok melakukan tindak kriminal. Bersama 4 kawannya, dia mengincar Doris Callebaut yang sedang mengambil uang di ATM BCA Cimanggis untuk dirampok.Kejadian tersebut terjadi pada Kamis 31 Mei 2007. Saat itu, Doris tak sadar sedang diintai Djoko dan kawan-kawannya. Usai menarik uang di ATM, dia langsung dihadang kawanan perampok tersebut.Doris rupanya tidak rela hati menyerahkan uangnya tanpa perlawanan. Dia malah berteriak-teriak minta bantuan. "Tolong.., tolong," jerit Doris.Tak jauh dari situ, Wahyu Priyanto mendengar teriakan Doris. Calon akpol itu langsung berlari mendekati lokasi perampokan. Namun Djoko dan kawan-kawan tidak gentar dengan pemuda tanggung tersebut. Mereka langsung mengeroyok Wahyu.Wahyu melawan. Sempat terjadi baku hantam. Bak, buk, bak, buk. Lawan tak sebanding, Wahyu malah jatuh tersungkur.Melihat musuhnya terlentang tak berdaya, Djoko langsung mengeluarkan pistol dan mengancungkannya ke dada Wahyu. Doorrr!!! Nyalak pistol terdengar. Peluru tersarang di dada Wahyu yang seketika tewas di tempat. Penembak berhasil meloloskan diri. Kelima kawanan rampok tersebut pun buron. Baru pada Selasa 5 Juni 2007 Djoko berhasil dibekuk duet kepolisian dari Polda Metro Jaya dan Polres Depok. Dia ditangkap di rumah kontrakannya di Jl Raden Saleh, Gang Kesadaran, Cimanggis, Depok, Jawa Barat."Tersangka sudah mengaku menembak calon akpol itu," kata Kadiv Humas Polda Metro Kombes Pol I Ketut Untung Yoga Ana kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (5/6/2007).Dalam penangkapan tersebut, polisi menemukan 7 detonator, 1 dus TNT, dan satu senjata revolver jenis magnum. Rupanya Djoko juga merupakan tersangka bekas anggota Batalyon TNI Tempur 9/1 Kostrad. Dia dipecat pada 30 Mei 2000 karena desersi. Terhitung tanggal 5 April 1999, dia tidak kembali ke kesatuan.Menurut Yoga Ana, Djoko baru lari dari LP Sukamiskin, Bandung. Dia harusnya tinggal di hotel prodeo tersebut 15 tahun lamanya. Namun baru menjalani 5 tahun, Djoko kabur.
(ana/sss)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































