Hari LH Sedunia, Pengemudi Diminta Matikan Mesin Sejenak
Selasa, 05 Jun 2007 14:24 WIB
Yogyakarta - Memperingati hari Lingkungan Hidup (LH) sedunia, Sahabat Lingkungan (Shalink) Walhi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta para pengemudi mematikan mesin kendararaannya saat berada di traffic light.Namun menurut pantauan detikcom, ajakan itu tidak mendapat banyak tanggapan. Para pengendara tetap menghidupkan mesin motor saat lampu traffic light menyala merah.Aksi yang digelar Shalink Walhi DIY, hari ini Selasa (5/6/2007) dipusatkan di simpang empat Kantor Pos Besar Yogyakarta di Jl Senopati. Mereka juga menggelar aksi teatrikal di tengah-tengah persimpangan jalan serta membagikan-bagikan selebaran.Sejumlah peserta aksi mengenakan masker penutup hidung maupun berpakaian seperti mumi. Hal ini menggambarkan parahnya kerusakan lingkungan akibat polusi udara. Beberapa membawa poster bertuliskan "Udara Segar untuk Semua", "Jeda Asap Kurangi Polusi", "Hentikan Polusi", "Saat ini Ozon Bolong Bumi Gosong".Massa Shalink juga membawa replika pohon kehidupan dengan aneka satwa bergelantungan diranting-ranting pohon itu. Replika pohon kehidupan dibuat dari benda-bendar daur ulang yang sudah tak terpakai seperti kertas, plasik, kawat dan lain-lain."Kerusakan lingkungan harus segera dihentikan, termasuk polusi pencemaran udara," kata salah seorang peserta aksi, Nanang Ismuhartono, dalam orasinya.Saat lampu traffic light Simpang 4 Kantor Pos Besar menyala merah, dia segera meminta pengendara sepeda motor mematikan mesin. Setelah lampu menyala hijau, mesin motor dihidupkan kembali."Meski cuma dalam hitungan detik, paling tidak bisa sedikit mengurangi kadar polusi udara yang ditimbulkan dari asap kendaraan bermotor. Kalau ini dapat dilakukan semua orang, di semua tempat akan lebih baik," kata Nanang.Sayangnya, banyak pengendara kendaraan bermotor tetap cuek. Mereka tetap menyalakan mesin kendaraannya ketika lampu menyala merah. Saat lampu hijau menyala, para pengendara itu langsung tancap gas sambil membawa selebaran yang dibagi-bagikan peserta aksi.
(bgs/djo)











































