Rektor IPDN Dituding Mobilisasi Praja ke Jakarta

Rektor IPDN Dituding Mobilisasi Praja ke Jakarta

- detikNews
Selasa, 05 Jun 2007 13:54 WIB
Jakarta - Sejumlah praja putri secara maraton curhat ke MUI dan Komnas HAM memprotes buku "IPDN Undercover" karangan Inu Kencana. Praja datang diduga lantaran dimobilisasi Pejabat Rektor IPDN Johannis Kaloh."Itu dimobilisasi karena sebenarnya mereka tidak mau berangkat dari Jatinangor. Ada surat perintah dari rektor, Pak Kaloh, untuk memobilisasi ke Jakarta ke MUI dan Komnas HAM," kata dosen IPDN Andi Asikin.Hal ini disampaikan Andi saat beraudiensi dengan Komnas HAM di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat, Selasa (5/6/2007).Menurut dia, para praja tidak membubuhkan tanda tangan saat melayangkan surat somasi ke Polda Jawa Barat."Mereka takut kalau menandatangani pengaduan kan diproses hukum. Jadi sebenarnya tidak ada pengaduan resmi, kerena mereka tidak mau tanda tangan," ujar Andi yang mengenakan kemeja warna hijau dibalut jaket warna coklat muda.Andi mengaku mendapat tekanan dari tim investigasi Depdagri agar tidak bicara lagi di media. Bahkan dirinya diancam akan dipecat."Iya benar... dari tim investigasi dari Irjen Depdagri, Pak Sucahyo, saya dilarang bicara sama medi. Makanya saya sering bilang no comment," kata Andi.Dosen IPDN Inu Kencana juga membenarkan adanya mobilisasi praja ke Jakarta."Saya dapat SMS dari praja saya, isinya Pak sebenarnya kita tidak mau melakukan somasi kepada Bapak, tetapi karena kita dimobilisasi. Iya betul, itu Pak Kaloh yang memobilisasi," kata Inu.Praja putri IPDN curhat mengenai buku "IPDN Undercover" ke MUI dan Komnas HAM. Buku itu dianggap mencemarkan nama baik praja putri. (aan/umi)


Berita Terkait