KSAD Alergi Republik Mimpi
Selasa, 05 Jun 2007 12:28 WIB
Bandung - KSAD Jenderal Djoko Santoso ternyata salah satu pejabat negara yang tidak suka tayangan Republik Mimpi. Menurutnya, acara tersebut merusak kultur bangsa.Hal tersebut disampaikan Djoko Santoso saat memberikan kuliah umum di Aula Barat ITB, Jl Ganesha, Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/6/2007)."Saya tidak suka dengan acara Republik Mimpi karena menghancurkan kultur bangsa. Pemimpin jangan diobok-obok, jangan dilecehkan, dan jangan dipertontonkan seperti itu," tukas Djoko.Menurut Djoko, acara Republik Mimpi telah menyebabkan erosi budaya bangsa. Acara asuhan pakar ilmu komunikasi Effendy Ghazali itu menyebabkan bangsa Indonesia tak lagi menghargai pemimpinnya.Djoko menegaskan, dirinya sangat setuju jika pemimpin yang bersalah harus diadili. Bahkan dihukum mati sekali pun. Namun semua itu dilakukan sesuai hukum yang berlaku, bukan melecehkan. "Lihat saja dua negara maju Korea dan Cina. Mereka sangat hormat pada pemimpin. Tapi jika pemimpin mereka bersalah, mereka berani menghukum mati," ungkap Djoko.
(djo/nrl)











































