Musyawarah Gagal, Nasib Interpelasi Iran Diputus Lewat Lobi
Selasa, 05 Jun 2007 12:24 WIB
Jakarta -
Gagal lewat musyarawah mufakat, pimpinan DPR akhirnya memutuskan memberi kesempatan kepada pimpinan fraksi melakukan lobi untuk menentukan kelanjutan paripurna interpelasi Iran.Keputusan itu diambil karena hingga pukul 12.00 WIB belum ada kejelasan apakah penjelasan pemerintah bisa dilakukan sekarang atau tidak. Sementara interupsi terus mengalir silih berganti."Mengingat waktu, saya memutuskan bagaimana kalau ada forum lobi-lobi antarfraksi. Dapat disetujui?" tanya Agung."Setuju!" teriak ratusan anggota dewan dalam sidang di Gedung Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/6/2007).Akibat keputusan lobi ini, muncul lagi celetukan dari anggota yang tidak setuju putusan itu. Mereka menegaskan lobi tidak sah. Alasannya tidak diatur dalam tatib. "Bubar saja, lobi-lobi nggak ada dalam tatib," teriak mereka.Sementara muncul juga celetukan soal kocok ulang karena pimpinan DPR dianggap tidak bisa mengendalikan sidang."Kocok ulang saja pimpinan dewan, nggak bisa ngatur sidang," teriak seorang anggota dewan. "Jangan kocok-kocok itu judi?" sahut anggota dewan lainnya yang disambut tawa kolega mereka.Pimpinan DPR kemudian mengkondisikan pimpinan fraksi untuk segera melakukan lobi terkait kelangsungan sidang paripurna ini. "Apakah nanti akan dilanjutkan atau tidak tergantung hasil lobi," kata Agung.Dalam Tatib DPR sebetulnya dimungkinkan lobi jika forum mengalami deadlock.
(umi/nrl)










































