PKS Isyaratkan Tunda Daftarkan Pasangan Adang-Dani
Selasa, 05 Jun 2007 06:40 WIB
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengusung pasangan Adang Daradjatun-Dani Anwar menyesalkan Pilkada DKI yang hampir dipastikan hanya akan diikuti dua pasang cagub-cawagub. Partai berlambang bulan sabit kembar itu pun mengisyaratkan akan menunda pendaftaran jagoannya ke KPUD. "Ya, ada kemungkinan (kita menunda pendaftaran). Tapi kita lihat perkembangannya saja nanti," kata Sekretaris DPW PKS DKI Jakarta, Gunawan saat dihubungi detikcom, Selasa (5/6/2007). Pendaftaran cagub-cawagub berakhir pada 7 Juni 2007 nanti. Hingga saat ini, belum ada satu pun cagub-cawagub yang mengembalikan formulir pendaftaran kepada KPUD DKI. Gunawan sangat menyayangkan jika Pilkada DKI hanya diikuti dua pasang cagub dan cawagub. Padahal menurut dia, DKI Jakarta memiliki banyak potensi SDM yang bisa dimunculkan sebagai kandidat pemimpin. Karena itu, menurut Gunawan, jika PKS jadi menunda pendaftaran pasangan Adang-Dani, hal itu sebagai bentuk kritikan terhadap proses politik yang terjadi di DKI Jakarta.Apalagi, lanjut Gunawan, dari hasil pemilu 2004 ada empat parpol yang memiliki hak untuk dapat mencalonkan pasangan sendiri tanpa harus berkongsi dengan parpol lain, salah satunya PKS. "Sayang parpol-parpol itu tidak menggunakan haknya. Padahal mereka mampu," ujar Iman.Namun demikian, Gunawan menambahkan, jika partainya menunda pendaftaran pasangan Adang-Dani tentunya akan berdampak pada diundurnya jadwal pelaksanaan Pilkada. Karena itu, lanjut dia, partainya masih mepertimbangkan matang-matang kemungkinan menunda pendaftaran pasangan Adang-Dani. "Apakah jika kita batalkan pendaftaran, kemudian Pilkada diundur, maka akan berdampak positif buat masyarakat atau tidak. Kami masih pertimbangkan. Jika lebih berdampak negatif, ya tidak kita lakukan," tutur Gunawan.Gunawan juga mengatakan, PKS tidak akan gentar dengan manuver-manuver politik yang dilakukan Koalisi Jakarta pendukung Fauzi Bowo-Prijanto. "PKS siap untuk berhadapan satu lawan satu. Ataupun berhadapan dengan banyak calon," imbuh dia.Kandidat yang bakal bertarung di Pilkada DKI hampir bia dipastikan hanya dua calon, yaitu pasangan Adang-Dani dan Fauzi Bowo-Prijanto. Jika salah satu kandidat urung untuk mendaftar, pelaksanaan Pilkada terancam diundur atau batal dilaksanakan 8 Agustus mendatang. Sebab berdasarkan UU 32/2004, pelaksanaan Pilkada paling sedikit diikuti dua pasangan calon atau lebih. Jika hanya diikuti satu pasang calon, pelaksanaan Pilkada bakal diundur.
(rmd/ndr)











































