Laporan dari Brussel
Festival Makanan Indonesia Ciptakan Belgian Tongue Dance
Senin, 04 Jun 2007 23:33 WIB
Brussel - Setelah ber-swing ria dengan Balawan Ethnic Jazz, kini diciptakan Belgian Tongue Dance. Lidah mereka digoyang dalam Festival Makanan Indonesia.Festival digelar mulai hari ini di Hotel Royal Windsor, Brussel, Belgia dan dibuka secara resmi oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Belgia, Keharyapatihan Luxembourg dan Uni Eropa, Najib Riphat Kesoema, Senin (4/6/2007). "Adalah momentum yang amat baik menjelang liburan musim panas ini kembali kita promosikan wisata ke Indonesia. Bali yang telah mendunia pantas untuk tetap dikenal dan diminati para pelancong asal Belgia ini," demikian Dubes Najib, yang didampingi Vice President Royal Windsor Ulla Schenider dan Regional-General Manager Windsor Louis Vanheusden.Acara pembukaan tersebut dilanjutkan dengan ramah-tamah dengan kalangan wartawan dari berbagai media cetak, televisi, majalah wanita, penulis perjalanan (travel writers), operator perjalanan, dan pengelola hotel.Festival yang digagas Kepala Bidang Pensosbud/Diplik KBRI Brussel LPE Priatna ini akan berlangsung selama sebulan penuh, diselenggarakan bekerjasama dengan IBAH Spa Hotel Bali yang memiliki jalinan kerjasama dengan chain Warwick Royal Windsor Hotel di Brussel.Hotel bintang lima ini dihias tuntas dengan nuansa yang sangat kental Bali dan Indonesia. Atmosfir Bali yang magis langsung menyergap para undangan, diperkuat dengan wewangian dupa di tengah suasana tropis dan sentuhan bunga langka serta janur Bali. Sederet umbul-umbul warna warni dan lilitan kain Prada Bali terasa membius. Sementara tarian dan musik gamelan Bali dari kelompok I Nyoman Durpa-Singaraja menggoda hadirin untuk menikmati sajian makanan, sisi lain dari daya tarik Pulau Dewata sebagai tujuan wisata."Kegiatan maraton promosi Indonesia dalam dua pekan terakhir, dengan menampilkan keragaman wajah budaya indah Indonesia di tempat dan audiens yang beragam, ini akan memberi kesan yang kuat bagi publik Belgia," ujar Priatna kepada detikcom.Meramaikan festival ini, Dharma Wanita KBRI Brussel besok (5/6/2007) juga akan ikut menggelar acara fashion show Indonesia di Wisma Duta, bekerjasama dengan Asia-Pacific Woman Association (APWA). Aneka jenis songket, tenun ikat dan batik untuk kalangan diplomatik, fashion designer, pengelola butik dan para petinggi di Brussel akan ditampilkan.Upaya kuat dari KBRI Brussel c.q Bidang Penerangan Sosial Budaya, yang terus-menerus secara aktif menangkap peluang dan menjadikannnya sebuah kegiatan nyata, layak mendapatkan apresiasi yang tinggi. Dengan dana dan anggaran KBRI Brussel yang terbatas, mereka telah mampu menciptakan peluang, membangun kemitraan dan menampilkan proyek prestisius yang cukup membanggakan bagi Indonesia di jantung Eropa ini.Festival ini merupakan rangkaian dari kegiatan aktif secara maraton untuk mempromosikan Indonesia kepada masyarakat Belgia maupun Luxembourg. Sebelumnya sejak 30/5 hingga 1/6/2007 KBRI Brussel telah menggelar Indonesian Parade di Thon Hotel Brussel, yang menampilkan pagelaran tari dan musik Bali, serta musisi jazz kondang Balawan. Gong pembuka ini mendapat apresiasi yang tinggi dari masyarakat Brussel.
(es/es)











































