Melawan Pakai Pisau, Gembong Curanmor Tewas Didor Polisi
Senin, 04 Jun 2007 22:51 WIB
Jakarta - 'Geng Lampung' kini tak bisa lagi petantang-petenteng di jalanan Jakarta Utara mencari mangsa. Sebab, gembong geng spesialis pencuri motor (curanmor) tersebut, Andi alias Ompong (21), tewas ditembak polisi. Andi didor polisi pada Minggu (3/6/2007). Dia sempat dibawa ke RS, namun akhirnya Andi meninggal pada Senin (4/6/2007) pagi, karena mengalami pendarahan yang hebat pada luka tembak."Kami terpaksa melakukan penembakan karena saat akan ditangkap petugas, ia melawan dengan pisau," kata Kanit Serse Polsek Pademangan Iptu Ali Zusron kepada wartawan, di Mapolsek Pademangan, Jl Bhayangkari, Jakarta Utara, Senin (4/6/2007).Tindakan tegas itu terjadi saat polisi berhasil menangkap Andi dan HG (23) di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat. Dalam penangkapan pertama ini, Andi maupun HG menyerah tanpa perlawanan. Keduanya bertekuk lutut kepada petugas karena terpojok di ujung gang dan tidak dapat lari kemana-mana.Keduanya mulai menunjukan tanda-tanda akan melarikan diri ketika keduanya digiring polisi untuk menunjukkan sarang maling 'geng Lampung' guna menangkap temannya, Hasan (28) di Kebon Sayur, Ancol. Nah, saat memanggil temannya itu, Andi mengambil pisau dan menyerang petugas. Petugas kaget dan sempat lengah. Andi pun sempat kabur, namun hanya dalam hitungan meter. Dalam pengejaran di gang sempit di sarang penyamun itu, Andi dilumpuhkan pelor panas polisi.Geng Lampung dikenal sebagai spesialis pencuri motor roda dua. Tidak tanggung-tanggung, dalam aksinya, mereka menggunakan senjata api dan senjata tajam untuk merampas motor korban. Tak heran, komplotan penyamun itu menjadi target pengejaran polisi."Polisi kini terus memburu tujuh anggota lainnya yang masih berkeliaran. Kelompok ini merupakan target operasi polisi," jelas Kapolsek.
(Ari/asy)











































