Cut Azizah dan Amri Terluka Gara-gara Alarm Tsunami Berbunyi

Cut Azizah dan Amri Terluka Gara-gara Alarm Tsunami Berbunyi

- detikNews
Senin, 04 Jun 2007 19:01 WIB
Banda Aceh - Cut Azizah dan Amri Ma'ruf ditangani tim medis karena mengalami luka ringan akibat kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan terjadi saat warga Banda Aceh panik akibat alarm tsunami di kawasan Kahju, Aceh Besar dan dua alarm lainnya berbunyi.Ketika ditemui di ruang UGD RSU Zainoel Abidin, Cut Azizah (44) mengaku terjatuh dari sepeda motornya karena bertabrakan dengan sepeda motor lainnya. Salah seorang guru di SMA Negeri 7 Banda Aceh ini pulang dari sekolah untuk melihat situasi bebarapa orang anaknya yang berada di rumahnya di barak Desa Tibang. "Saya mau menuju ke kawasan Darussalam. Tapi jalanan macet sekali di T. Nyak Arif. Karena semua orang mau cepat, kereta (sepeda motor,red) saya tersenggol dengan kereta lain. Saya terjatuh," ujarnya pada detikcom, Senin (04/07/2007) sembari menunjukkan luka ringan yang dialaminya di bagian kelingking tangan kanannya.Meski mengaku masih terasa sakit di bagian tangan kanannya, Cut Azizah sudah merasa tenang. Karena selain sudah mengetahui informasi yang sesungguhnya, dia juga sudah mengetahui keberadaan anak-anaknya yang selain berada di rumah, juga berada di sekolah.Sedangkan Amri Ma'ruf, korban lain kecelakaan akibat kepanikan karena alarm tsunami berbunyi itu mengalami luka yang cukup parah di bagian kepala dan pipi. Pria yang juga terjatuh dari sepeda motornya ini mengalami kecelakaan di kawasan Ulee Kareng ketika hendak menjemput anaknya dari sekolah."Jalanan padat sekali. Karena semua orang panik. Jadi banyak kendaraan saling tabrakan. Termasuk saya," jelas dia kepada wartawan di ruang UGD RS Kesdam Iskandar Muda, Senin (04/07/2007).Kapoltabes Banda Aceh Kombes Zulkarnaen ketika dikonfirmasi wartawan menyebutkan, sampai saat ini belum ada laporan kecelakaan lalulintas yang diterimanya. "Hanya saja, ada laporan, dua orang anak buah saya yang mengalami kecelakaan. Satu menabrak tiang listrik satunya lagi terjatuh dari sepeda motor," katanya pada wartawan di sela-sela jumpa pers di Kantor Walikota Banda Aceh.Sementara itu, malam ini, situasi Banda Aceh dan sekitarnya sudah benar-benar kembali normal. Namun beberapa warga mengaku masih trauma dan bertahan di rumah-rumah saudaranya yang jauh dari kawasan pesisir pantai."Saya merasa belum tenang, mungkin sampai besok saya menginap di sini saja. Takut terjadi kenapa-kenapa," aku Nurbaiti, salah seorang warga Krueng Cut yang ditemui detikcom di rumah saudaranya di kawasan Ketapang, Banda Aceh. (ray/asy)


Berita Terkait