Alarm Tsunami di Kawasan Lhoknga Juga Berbunyi
Senin, 04 Jun 2007 16:45 WIB
Banda Aceh -
Belum lima menit alarm tsunami di kawasan Punge Blang Oi, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, tiba-tiba berbunyi, alarm tsunami yang dipasang di kawasan Lhoknga, Aceh Besar, juga berbunyi. Tapi kepanikan warga cepat diantisipasi dengan peringatan yang disampaikan lewat alat pengeras suara dari masjid setempat. "Setelah dua menit alarm yang di Lhoknga bunyi, pengumuman lewat masjid segera disampaikan. Jadi tidak terjadi kepanikan, apalagi sebelumnya mereka sepertinya sudah mendapat informasi dari kejadian sebelumnya," jelas Kepala Stasiun Geofisika Mata Ie (sebelumnya tertulis kepala BMG Aceh), Syahnan, pada wartawan di sela-sela konferensi pers di kantor Walikota Banda Aceh, Jl. Tengku Abu Lam U, Banda Aceh, Senin (4/06/2007). Syahnan menyebutkan, ketiga alarm tsunami yang berfungsi sebagai peringatan dini tsunami (early warning system) tersebut berbunyi diperkirakan karena kerusakan sistem jaringan. Meski begitu, pihaknya masih menunggu kedatangan teknisi dari Jakarta. Alarm yang sudah terpasang sejak Desember tahun lalu itu belum diketahui sampai kapan akan dapat diperbaiki. Sementara, alarm di kawasan Punge Blang Oi yang juga berbunyi mulai dipasang persis satu tahun kejadian tsunami. "Meski belum ada sosialisasi yang memadai tentang alat ini, tapi warga ternyata sudah dapat mengantisipasi. Tapi memang akan kita sosialisasikan lagi," tambahnya. Sementara itu, Walikota Banda Aceh Mawardy Nurdi dalam kesempatan yang sama berharap agar dilakukan sosialisasi secara regular tentang operasional alat ini. Sebab, jika tidak dilakukan secara regular, selain alatnya ditakutkan akan tidak berfungsi ketika dibutuhkan, warga juga dapat mengetahui apakah alarm tersebut berbunyi karena memang ada gempa bumi yang memicu timbulnya tsunami atau memang telah terjadi kesalahan teknis. "Besok ada rapat terakhir tentang penyerahan pengelolaan alat ini kepada Pemda. Jadi kita harapkan kedepan, kita lebih berkoordinasi lagi sehingga tidak terjadi kepanikan seperti hari ini," demikian Mawardy.
(ray/nrl)










































