SBY Absen, Pengusul Interpelasi Iran Ancam WO
Senin, 04 Jun 2007 15:18 WIB
Jakarta - Sejumlah inisiator interpelasi Iran mengancam akan walk out alias WO dari sidang paripurna yang akan digelar Selasa 5 Juni besok jika Presiden SBY hanya diwakili menterinya."Kami telah mengirimkan surat kepada pimpinan DPR agar tidak melanjutkan sidang jika yang hadir hanya Menko Polhukkam. Kalau hanya menteri yang kita undang, tidak perlu hak interpelasi," cetus salah satu pengusul interpelasi dari FPAN Abdillah Thoha.Hal itu disampaikan Abdillah usai bertemu Ketua DPR Agung Laksono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/6/2007). Hadir juga Yudi Chrisnandi dari FPG, Ali Mochtar Ngabalin dari FBPD, dan Sidarto Danusubroto dari FPDIP.Bahkan, lanjut Abdillah, jika kemudian nanti Presiden SBY benar-benar tidak datang, para pengusul interpelasi akan membawa kasus ini ke Mahkamah Konstitusi (MK)."Interpelasi kan prosesnya panjang. Ini dibuat agar tidak setiap saat presiden bisa dipanggil. Kalau proses panjang hanya diwakilkan, ini tidak menghargai institusi. Karena dalam konstitusi, kedudukan DPR dan presiden sama, tidak ada yang lebih tinggi," papar Abdillah.Karena itu, jika hanya diwakilkan, Presiden SBY dinilai tidak menghargai institusi DPR yang kedudukannya sama dalam sistem ketatanegaraan."Lihat saja besok, pilihan kita hanya dua. Kita akan WO dan membawa ke MK, karena sidangnya tidak sah," pungkas Abdillah.Presiden SBY hanya mengutus Menko Polhukam Widodo AS, Menlu Hassan Wirajuda, dan Mensesneg Hatta Rajasa untuk menjawab interpelasi DPR atas sikap pemerintah mendukung Resolusi 1747 DK PBB yang memberikan sanksi terhadap Iran atas program nuklirnya.
(bal/sss)











































