SBY Utus Widodo, Hassan, Hatta Jawab Interpelasi, DPR Kecewa
Senin, 04 Jun 2007 13:41 WIB
Jakarta - Presiden SBY akhirnya mengutus Menko Polhukam Widodo AS, Menlu Hassan Wirajuda, dan Mensesneg Hatta Rajasa untuk menjawab interpelasi Iran di DPR pada 5 Juni 2007."Menurut keterangan Sekretaris Kabinet merujuk pada tatib DPR, penjelasan interpelasi akan disampaikan Menko Polhukam, Menlu dan Mensesneg," kata Ketua DPR Agung Laksono.Hal ini disampaikan Agung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/6/2007).Ketika ditanya alasan ketidakhadiran SBY, Agung mengaku belum membaca surat yang telah diterimanya itu. "Ya suratnya sudah sampai, tetapi saya belum baca," ujarnya.Namun, menurut dia, kehadiran SBY dapat diwakilkan. "Soal presiden di mana, saya tidak tahu," kata politisi Golkar ini.Apa ini melecehkan DPR? "Ah...jangan mancing-mancing saja," sahut Agung.Mengenai beberapa fraksi yang mengancam akan walk out, Agung menilai itu keputusan fraksi. "Kita lihat saja besok," ujar dia.KecewaDalam kesempatan terpisah, Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif mengakukecewa berat atas keputusan Presiden SBY."Presiden terlalu takut. Padahal interpelasi besok tidak ada apa-apa, cuma minta penjelasan," kata Zaenal.Apa Anda akan walk out? "Tergantung PDIP, ya kalau PDIP walk out, saya ikut," ujar eks politisi PBR yang kini merapat ke PDIP ini.Menurut dia, walk out wajar karena persoalan interpelasi tidak akan selesai apabila tidak dijawab langsung oleh presiden.7 Fraksi di DPR mendukung interpelasi dukungan pemerintah Indonesia atas resolusi DK PBB terhadap Iran atas program nuklirnya. 2 Fraksi menolak yakni FPD dan FPDS. Sedangkan FPBR memilih abstain.FPDIP dan Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi mengancam akan walk out jika SBY tidak menjawab interpelasi secara langsung.
(aan/sss)











































