Bocah Sembilan Tahun Tewas Diterkam Komodo

Bocah Sembilan Tahun Tewas Diterkam Komodo

- detikNews
Senin, 04 Jun 2007 13:04 WIB
Kupang - Seorang bocah berusia sembilan tahun tewas mengenaskan setelah seekor komodo menyerang perkampungan penduduk di lokasi Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Biawak raksasa ini muncul tiba-tiba dari arah belakang saat Mansur bersama dua rekannya membuang hajat di dalam semak belukar yang tak jauh dari perkampungan penduduk. Mansur tewas sesaat setelah sebagian tubuhnya dicabik-cabik komodo itu pada Sabtu (2/6/2007) lalu. Paha kanan korban, perut, tungkai kanan dan wajah mengalami luka parah mengakibatkan korban tewas seketika. Sedangkan dua temannya selamat. Biawak pembunuh ini termasuk salah satu dari puluhan populasi komodo yang dilindungi di wilayah itu."Diduga racun komodo yang berada di gigi dan ludah menjadi penyebab tewasnya korban selain karena kehabisan darah," kata Kapolres Manggarai Barat, Butje Hello, yang dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (4/6/2007).Kasus penyerangan komodo terhadap warga, menurut Butje, merupakan kasus yang ke-enam dengan jumlah korban sebanyak enam orang. "Korban tewas pertama adalah seorang wisatawan asal Swiss tahun 1975. Sedangkan korban tewas kedua adalah Mansur, Siswa SD Negeri Komodo, Kampung Komodo. Empat korban lainnya masih hidup namun dalam kondisi cacat fisik," kata Butje. Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Komodo, Vinsensius Latif, dalam keterangan terpisah mengatakan, keluarga korban telah meminta pihaknya agar menangkap dan memindahkan komodo tersebut ke lokasi lain di sekitar Taman Nasional Komodo guna menghindari kemungkinan jatuhnya korban yang lain. Warga juga meminta agar pengelola taman membuat pagar pembatas untuk memisahkan lokasi perkampungan penduduk. "Permintaan warga sangat positif. Kami akan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan Depertemen Kehutanan untuk secepatnya merespons permintaan ini," kata Vinsensius. Menurut dia, komodo ganas itu rencananya akan dipindahkan ke Pulau Rinca (Loh Buaya) atau ke Pulau Padar. "Komodo itu segera dipindahkan karena sudah pernah merasakan darah dan daging manusia. Dikhawatirkan suatu saat nanti, komodo tersebut kembali menyerang perkampungan dan memangsa manusia," ujar dia. Kampung Komodo yang berpenduduk sekitar 200 KK berada di dalam lokasi Taman Nasional Komodo. Masyarakat setempat sudah berulang kali meminta pihak berwenang agar membangun pagar pembatas tetapi permintaan itu hingga kini belum terwujud. (asy/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads