Kepanikan Warga di Banda Aceh Mulai Sedikit Mereda

Kepanikan Warga di Banda Aceh Mulai Sedikit Mereda

- detikNews
Senin, 04 Jun 2007 12:54 WIB
Banda Aceh - Hingga pukul 12.40 WIB, Senin (4/6/2007), jalan-jalan di Kota Banda Aceh masih dipadati oleh warga yang ingin menyelamatkan diri. Namun, sebagian dari mereka sudah mulai kembali ke rumah masing-masing. Warga Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), panik akibat sistem peringatan dini di Kajhu, Aceh Besar, tiba-tiba berbunyi sekitar pukul 11.00 WIB. Warga Aceh Besar dan Banda Aceh langsung berhamburan keluar rumah dan gedung-gedung untuk menyelamatkan diri. Mereka panik karena menduga akan terjadi tsunami. Pemantauan detikcom di Kota Banda Aceh, warga yang panik ini berhamburan ke jalan-jalan kota Banda Aceh. Sebagian dari mereka berlari, menggunakan sepeda motor, mobil pribadi, becak, dan lain-lain. Mereka bergerak menuju ke tempat yang lebih tinggi. Banyak pula warga yang mengungsi ke masjid. Akibat kepanikan warga, lalu lintas kendaraan di Banda Aceh benar-benar semrawut. Aparat kepolisian dan sejumlah pegawai Pemda berkeliling dan berputar-putar kota meyakinkan kepada warga untuk tidak panik. Lewat pengeras suara, aparat meminta warga pulang ke rumah dan perkantoran masing-masing untuk beraktivitas seperti biasa, karena tidak terjadi gempa dan tsunami. Aparat menjelaskan sirine early warning system berbunyi karena adanya kesalahan teknis. Karena kepanikan luar biasa, banyak warga yang tidak mengindahkan seruan aparat itu. Mereka tetap saja bergerak menuju tempat lebih tinggi. Namun, banyak juga warga yang akhirnya menghentikan laju mereka dan kembali ke rumahnya, karena yakin tidak terjadi tsunami. Hingga saat ini, situasi jalan-jalan di Banda Aceh masih tampak padat. Namun, kepanikan warga sudah terlihat tidak separah satu jam yang lalu. (asy/nrl)


Berita Terkait