Muncul Wacana Jadwal Proses Pilkada DKI Diundur
Senin, 04 Jun 2007 11:46 WIB
Jakarta - Tanggal 7 Juni 2007 batas akhir pendaftaran pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta. Namun, saat ini muncul agar jadwal proses Pilkada DKI, dari pendaftaran hingga tanggal pencoblosan, diundur. Salah satu sebabnya, meluasnya permintaan agar muncul calon independen. Hingga Senin (4/6/2007), baru muncul dua pasangan cagub-cawagub yang sudah pasti maju dalam Pilkada DKI, yaitu Adang Daradjatun-Dani Anwar dan Fauzi Bowo-Prijanto. Dukungan untuk pasangan Sarwono Kusumaatmadja-Jeffrie Geovanie kembali mengempis lagi, setelah PKB memunculkan Rieke 'Oneng' Dyah Pitaloka sebagai cawagub dan PAN berencana mendukung Fauzi-Prijanto. Karena hanya muncul dua pasang calon, maka wacana perlunya calon independen pun bergaung keras. Tokoh Betawi Ridwan Saidi menegaskan calon independen sangat penting, agar mayoritas warga DKI Jakarta tidak memilih menjadi golongan putih (golput). Wacana pemunculan calon independen ini disambut baik oleh Faisal Basri dan Sarwono. Faisal dan Sarwono yang gagal menjadi cagub dari PDIP ini sama-sama siap untuk menjadi cagub dari kalangan independen. Tavip, salah seorang tim sukses Faisal Basri menegaskan, Faisal Basri serius berencana menjadi cagub dari kalangan independen. Karena itu, pihaknya akan terus mengampanyekan pentingnya calon dari kelompok independepen nanti.Hari Rabu (6/6/2007) nanti, pihaknya akan menggelar diskusi mengenai pentingnya calon independen di gedung Jakarta Media Center (JMC). Selain itu, kata dia, Kamis (7/6/2007) - bertepatan dengan berakhirnya pendaftaran cagub dan cawagub - akan digelar sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai judicial review UU Pemda yang salah satunya menyinggung tentang calon independen. "Karena itu, untuk memberikan kesempatan Pilkada yang demokratis, kami akan meminta jadwal proses Pilkada DKI dimundurkan. Ini demi kepentingan rakyat," kata Tavip.
(asy/nrl)











































