Hasil Rakernas II, PAN Jadi Partai Tengah Terhadap Pemerintah
Minggu, 03 Jun 2007 14:15 WIB
Palembang - Rakernas PAN II sudah berlangsung selama 3 hari di Palembang. Selama 3 hari itu, PAN bermusyawarah untuk menentukan sikap politik mereka terhadap pemerintah. Akhirnya, di hari ketiga ini, Minggu (3/6/2007), PAN memutuskan 9 pernyataan politik terhadap pemerintah.Kesembilan pernyataan politik PAN tersebut berisi PAN mendesak aparat hukum dan Komnas HAM untuk mengusut secara tuntas insiden berdarah di Pasuruan yang terjadi beberapa waktu lalu. Pemerintah harus secara tegas dan tuntas menyelesaikan kasus-kasus korupsi, khususnya kasus BLBI.Pemerintah harus mengambil prakarsa melakukan renegoisiasi atas kontrak-kontrak karya pertambangan, mineral dan sumber energi. Memusatkan perhatian kepada pemberantasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja. Mengangkat tenaga honorer menjadi CPNS, khususnya tenaga honorer yang berada dalam usia kritis.PAN menolak perjanjian pertahanan Indonesia dan Singapura yang tercantum dalam defense coorperation agreement. Pemerintah harusnya memanfaatkan keanggotaannya dalam Dewan keamaman PBB untuk memperjuangkan kepentingan negara-negara miskin dan berkembang. PAN menilai jumlah daerah pemilihan terpadat cukup memadai dengan kemungkinan penambahan daerah pemilihan hanya terhadap daerah-daerah pemekaran. Pemerintah harus memperhatikan nasib para petani, dan membuat kebijakan bersifat progresif agar nasib para petani keluar dari keadaan yatim dan piatu secara politik.9 pernyataan politik tersebut, seluruhnya bermuara pada sikap PAN yang memposisikan diri sebagai parpol yang bebas dan kritis. Dalam hal ini PAN akan berada di tengah-tengah antara partai pendukung pemerintah dan partai oposisi."PAN akan aktif memperjuangkan kebijakan-kebijakan pemerintah sepanjang kebijakan tersebut pro terhadap kesejahteraan rakyat," kata Ketua Umum DPP PAN Sutrisno Bachir usai penutupan Rakernas PAN II di Hotel Novotel, Jl R Sukamto, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (3/6/2007).Dalam pandangan umum di rapat pleno selama Rakernas PAN II berlangsung, sempat terjadi perdebatan mengenai posisi politik PAN terhadap pemerntah. Perdebatan itu seputar sikap PAN apakah akan menjadi oposisi dengan menarik kader di kabinet atau tetap menjadikan mitra kritis pemerinth. Dalam perdebatan tersebut juga sempat tercuat wacana agar PAN menjadi oposisi solutif. Namun, hari ketiga, akhirnya PAN memutuskan menjadi partai tengah.
(ziz/ana)











































