Adang dan Prijanto Bisa Seret Persaingan TNI-Polri
Minggu, 03 Jun 2007 14:07 WIB
Jakarta - Majunya mantan Wakapolri Komjen Pol Adang Daradjatun dan Aster KSAD Mayjen TNI Prijanto dalam Pilkada DKI Jakarta dapat menyeret institusi TNI dan Polri dalam persaingan yang tidak sehat.Hal tersebut diungkapkan pengamat politik Saiful Mudjani usai acara diskusi di Galeri Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (2/6/2007)."Sangat mungkin pertarungan keduanya (Adang dan Prijanto) bisa membawa juga institusi. Sebab akan ada solidaritas dari teman dan korps," kata Saiful.Saiful menambahkan, hal ini akan membuat proses demokrasi dalam Pilkada DKI tidak sehat. Sebab kedua institusi ini mempunyai track record yang tidak baik pada masa lalu."Hal ini mengingat kedua calon bisa sama-sama dikatakan sebagai anggota TNI/Polri aktif, meski Adang dan Prijanto menyatakan sudah mengundurkan diri," tutur Saiful.Terkait hal ini, Saiful memandang perlu adanya calon gubernur independen. Menurut Saiful, kemunculan calon independen akan membuat masyarakat lebih leluasa memilih gubernur dan wakil gubernur yang dinilai bisa membawa perbaikan bagi Jakarta."Dengan banyak calon, masyarakat akan semakin bisa menilai mana calon gubernur yang komitmen membawa perubahan yang lebih baik bagi Jakarta," tutur Saiful.Mantan Wakapolri Adang Darajatun maju sebagai cagub yang diusung oleh PKS. Sedangkan Mayjen Prijanto, maju sebagai cawagub. Dia dipilih oleh koalisi Jakarta untuk mendampingi Fauzi Bowo.
(djo/ana)











































