Cegah Isu SARA, Harus Ada Calon Independen di Pilkada DKI
Minggu, 03 Jun 2007 12:49 WIB
Jakarta - Calon gubernur independen tetap diperlukan dalam ajang Pilkada DKI Jakarta. Hal ini untuk menepis isu SARA yang semakin berkembang luas.Hal tersebut diungkapkan oleh pengamat ekonomi dan politik, Faisal Basri dalam diskusi bertajuk "Rasionalitas Pilkada dan Calon Independen untuk Pilkada DKI" di Galeri Cemara, Menteng, Jakarta, Minggu (3/6/2007)."Dua calon yang ada tidak memberikan pilihan kepada warga Jakarta untuk semakin cerdas. Yang terjadi justru isu SARA, seperti semakin berkembangnya isu pertarungan polisi dan tentara, Betawi dan non-Betawi. Ini pembodohan bagi masyarakat. Elit secara sadar memecah belah rakyat," kata Faisal.Faisal menjelaskan, calon independen tidak bukan sebagai bentuk upaya untuk mendelegetimasi partai politik. Keberadaan calon independen dalam Pilkada DKI justru merupakan sparing partner bagi parpol."Negara yang sangat mapan saja masih memberikan kesempatan bagi calon independen. Apalagi Indonesia yang fungsi kenegaraan belum terbagi," ujar pria yang juga mencalonkan diri sebagai gubernur DKI ini.Faisal menambahkan, pentingnya kehadiran calon independen juga didukung oleh kuatnya aroma politik uang dalam Pilkada DKI Jakarta. Meski politik uang itu merupakan sesuatu yang sulit dibuktikan."Ini menguji kekuatan rakyat dengan kepentingan modal. Saya tidak punya data, tapi ini duit semua yang menutup partai-partai. Jika calon independen tidak ada dan kita serahkan pada dua calon ini, Insya Allah Jakarta 'tenggelam'," pungkas Faisal.
(djo/fiq)











































