Ada Indikasi Pelanggaran HAM Berat Dalam Tragedi Pasuruan

Ada Indikasi Pelanggaran HAM Berat Dalam Tragedi Pasuruan

- detikNews
Minggu, 03 Jun 2007 11:39 WIB
Jakarta - Tim investigasi Komisi I DPR menemukan indikasi pelanggaran HAM berat dalam tragedi berdarah di Pasuruan, Jawa Timur. Terkait hal ini, mereka akan meminta pertanggungjawaban Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto.Hal tersebut diungkapkan Ketua Tim Investigasi Komisi DPR untuk tragedi Pasuruan, Yusron Ihza Mahendra kepada detikcom melalui telepon, Minggu (3/6/2007)."Dugaan pelanggaran HAM itu ada. Bagaimana tidak? Warga sipil yang tidak membawa apa-apa ditembaki oleh tentara," kata Yusron.Yusron menambahkan, menyikapi temuan ini Komisi I DPR segera merapatkan barisan. Senin 3 Mei, mereka akan menggelar rapat internal membahas temuan tim investigasi tersebut. Hasil rapat tersebut akan dijadikan bahan untuk memanggil Panglima TNI pada Selasa 4 Mei.Yusron juga mengatakan, tim investigasi Komisi I tidak menemukan fakta adanya penyerangan yang dilakukan warga terhadap para anggota Marinir yang sedang melakukan patroli. Hal tersebut sebagaimana ditudingkan oleh para petinggi TNI."Yang terjadi sesungguhnya adalah warga hanya berkumpul karena mendengar suara kentongan. Saat itu kebetulan mereka baru pulang dari sawah dan masih membawa alat-alat pertanian, seperti pacul, cangkul, dan sabit. Saya yakin Panglima TNI akan meralat pernyataannya," tutur Yusron.Wakil Ketua Komisi I DPR ini menambahkan, usai memberikan tembakan peringatan ke tanah, para personel Marinir langsung melakukan tembakan membabibuta. Buktinya, para korban tewas justru bukan orang-orang yang berada di dalam kerumunan massa."Kita sudah mendapat keterangan saksi yang bisa dipercaya. Penembakan membabibuta itu dilakukan setelah tembakan peringatan. Seperti Khodijah, dia tewas tertembak saat akan menutup pintu rumahnya," tukas Yusron. (djo/ana)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads