Kalla: Pesantren Harus Tanamkan Nilai-nilai Kebangsaan
Minggu, 03 Jun 2007 10:22 WIB
Jakarta - Pondok pesantren harus memberikan pendidikan wawasan kebangsaan untuk menjadi tumpuan kemajuan Indonesia di masa datang. Dengan demikian, alumni ponpes dapat memberikan pendidikan kepada anak-anak mengenai pentingnya mencintai tanah air.Hal tersebut diungkapkan Wakil Presiden Yusuf Kalla saat meresmikan Pondok Pesantren Budi Oetomo, Solo, Jawa Tengah, Sabtu 2 Mei, seperti disampaikan humas DPP LDII dalam siaran persnya, Minggu (3/6/2007)."Kita ketahui cinta tanah air merupakan sebagian dari iman. Tentu menggabungkan ide pesantren dengan kebangsaan adalah suatu pikiran untuk mendekatkan anak-anak kita bahwa di samping tentu mencintai agama kita, mencintai kiai juga mencintai tanah air," kata Kalla.Di pesantren milik Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) ini, wapres menilai, kalau ada lulusan pesantren yang ditangkap karena masalah berat bukan kesalahan pendidikan yang ada di pesantren bersangkutan. Tetap hal itu disebabkan adanya pembelokan tujuan. "Karena itu kita tidak pernah mendengar adanya tawuran antar santri pesantren dan sebagainya. Bahwa ada alumni pesantren yang ditangkap karena perkara berat itu bukan hasil pendidikan dari pesantren. Tentu itu hasil pendidikan yang berbelok dari tujuan pendidikan pesantren," kata Kalla.Kalla menambahkan, pemerintah tidak membedakan sekolah negeri atau swasta seperti madrasah. Oleh karena itu, para pengasuh Ponpes Budi Oetomo LDII diharapkan juga memberikan bekal keterampilan pada anak didiknya agar dapat mandiri ketika terjun di masyarakat. Ia mencontohkan seorang lulusan pondok pesantren dapat juga bekerja di pemerintahan dan juga di sektor informal seperti membuka bengkel. "Kita bisa lihat bahwa lulusan pesantren bisa mengabdi di mana saja, banyak di pemerintahan, lebih-lebih di masyarakat jadi kiai di mana-mana, bisa bekerja di bengkel dan guru agama. Itu menjadi nilai lebih di masyarakat. Karena itu, pesantren yang menggabungkan nilai agama dan mengajarkan kemandirian tentu kitaakan dukung," tegasnya.Wapres juga menyampaikan kegembiraanya bahwa pesantren Budi Oetomo telah mampu menggabungkan nilai budaya dengan nilai-nilai agama. Hal ini terlihat dari banyaknya laporan masyarakat yang menyebutkan bahwa banyaknya alumni pondok pesantren ini mempunyai akhlakul karimah ketika sudah terjun di masyarakat.Dalam kesempatan ini wapres juga memberikan sumbangan untuk penyelesaian pembangunan masjid dan pengembangan pondok pesantren Budi Oetomo. Namun, ia enggan menyebutkan berapa jumlahnya. Sebab hal itu menurut wapres hanya urusannya dengan Allah dan KH.Thoyyibun sebagai pengasuh pondok. Pimpinan Ponpes Budi Oetomo Surakarta, KH.M.Thoyyibun, dalam siaran persnya, Minggu (3/6/2007), dalam laporannya mengungkapkan bahwa pondok asuhannya telah mengentaskan hampir seribu orang mubalig. Mereka telah bertugas di berbagai pelosok nusantara bahkan mancanegara. "Pondok sebagai salah satu sokoguru pendidikan moral bangsa harus mendapat perhatian lebih dari pemerintah," ujar KH.Thoyyibun
(djo/djo)











































