Mengapa Gus Dur Pilih Oneng
Sabtu, 02 Jun 2007 16:41 WIB
Jakarta - Banyak yang terkejut ketika Ketua Dewan Syuro PKB KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mengusulkan nama Rieke 'Oneng' Dyah Pitaloka sebagai cawagub mendampingi Sarwono Kusumaatmadja. Padahal PAN sudah mengajukan nama Jeffrie Geovanie. Mengapa itu terjadi?"Gus Dur ingin figur yang populer mendampingi saya," ungkap Sarwono kepada detikcom usai jumpa pers di Kantor Tim Media Sarwono, Jl Simprug Golf XIII/20, Jakarta Selatan, Sabtu (2/6/2007).Nama Rieke, lanjut Sarwono, disebut Gus Dur karena Rano Karno menolak menjadi cawagub. Apalagi dalam jumpa pers di gedung PBNU, Jumat (1/6/2007) Gus Dur menuding Rano Karno telah 'disuap' Foke Rp 3 miliar untuk tidak maju dalam Pilkada DKI Jakarta."Kapasitas intelektual Rieke memang diakui. Dia lulusan S2, dan juga populer," kata Sarwono. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan di era Presiden Gus Dur itu mengakui, dirinya memang tidak populer sehingga membutuhkan pendamping yang mampu menarik perhatian para pemilih.Namun Jika harus berpasangan dengan Rieke, Sarwono menyatakan keengganannya. "Sosok Rieke lebih dikenal masyarakat lewat perannya sebagai perempuan yang bodoh. Itu tentunya tidak baik untuk membangun citra pasangan alternatif, " tutup Sarwono.
(bal/nrl)











































