Gus Solah Siap Buka-bukaan Dana DKP ke KPK
Sabtu, 02 Jun 2007 15:28 WIB
Jakarta - Salahuddin Wahid mengaku kecipratan dana DKP sebesar Rp 200 juta. Adik Gus Dur ini siap dimintai keterangan oleh KPK."Ya datanglah (jika dipanggil), tidak ada alasan bagi saya untuk tidak memenuhi panggilan KPK," kata pria yang akrab disapa Gus Solah ini kepada detikcom, Sabtu (2/6/2007).Dikatakan dia, dana DKP diterima oleh timnya sebesar Rp 200juta. "Menurut saya kalau tim sukses capres itu ada di Pak Wiranto. Tetapi yang menerima adalah tim saya. Sebelum menjadi cawapres, saya memang sudah punya tim," ujarnya.Gus Solah pun tidak mempermasalahkan apabila 'dana haram' DKP harus dikembalikan.Lebih lanjut mantan anggota Komnas HAM ini berharap UU Pemilu harus mengatur secara rinci dan jelas batasan sumbangan yang diterima capres maupun cawapres."Yang bertanggung jawab siapa, apakah calon, bendahara, atau siapa," kata Gus Solah.Menurut dia, batasan sumbangan kepada calon sebesar Rp 100 juta sangat kecil."Angka Rp 100 juta kecil untuk perorangan. Paling tidak Rp 500 juta sebab dengan angka sekecil itu membuka orang untuk bermain-main dan memecah-mecah besarnya sumbangan. Kalau untuk perusahaan lebih besar lagi," terangnya.Selain itu, kata Gus Solah, sang penyumbang harus jelas. "Jangan lagi menggunakan kata hamba Allah. Sumbangan dari hamba Allah hanya untuk masjid," cetus pria berkacamata ini.KPK pada Kamis 31 Mei mengatakan akan meminta keterangan kepada sejumlah nama yang disebut-sebut dalam pengadilan menerima dana DKP dari mantan Menteri Keuangan Rokhmin Dahuri.
(aan/nrl)











































