Pengamat: Oneng Dampingi Sarwono Spekulatif
Sabtu, 02 Jun 2007 14:56 WIB
Jakarta - Berdasarkan peta politik di Jakarta, kaum laki-laki menjadi pemegang kendali. Kehadiran calon perempuan dalam Pilkada DKI bisa menjadi unsur penguat atau justru sebaliknya bisa menjadi unsur pelemah."Eksperimen yang bagus ada kandidat dari kalangan perempuan. Oneng masih muda, intelektual, dan populer. Ini menjadi salah satu tawaran, tetapi spekulatif," kata pengamat politik dari CSIS Indra J Pilliang.Hal ini disampaikan Indra saat ditanya mengenai usulan Gus Dur yang mengusung artis Rieki 'Oneng Dyah Pitaloka untuk mendampingi Sarwono Kusumaatmadja dalam Pilkada DKI Jakarta, kepada detikcom, Sabtu (2/6/2007). Menurut Indra, perlu dilakukan analisis lagi tentang pencalonan Oneng. Sebab, karakter masyarakat Jakarta membutuhkan keamanan manusia dan politik merupakan wilayah laki-laki."Apakah pemilih perempuan memilih perempuan, tergantung sekali. Jadi indikatornya antara lain seberapa butuh pemilih Pilkada DKI Jakarta menginginkan calon perempuan?" ujarnya.Mengenai popularitas, menurut Indra, tidak dapat dijadikan ukuran. "Banyak orang yang populer tetapi tidak dipilih karena ada terbukti unsur negatifnya," ujarnya.Indra menganalisis, PAN kemungkinan menarik dukungan jika Sarwono tetap menggandeng Oneng."Kalau Sarwono dan Oneng, keduanya kan dari PKB. PAN bisa mundur sebab PAN juga bisa saja mencalonkan Wanda Hamidah atau Raslina Rasyidin yang dekat dengan pemimpin PAN sebagai cawagub. Mereka sama-sama artis dan terkenal," bebernya.Lebih lanjut Indra menambahkan, Sarwono pun masih berpeluang mendulang dukungan suara dari partai-partai kecil."Partai kecil kadang mengandalkan tebengan. Rata-rata mereka berpikiran membutuhkan kapal besar dan pasti ada tawar menawarnya," ujarnya.
(aan/nrl)











































