SBY Kritik Dukun-dukunan di TV
Sabtu, 02 Jun 2007 12:08 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengkritik tayangan adegan-adegan mistis yang berlebihan dalam siaran televisi. Adegan demikian dinilai hanya menyosialisasikan ajaran jalan pintas pada generasi muda. "Coba lihat adegan di televisi yang sangat memunculkan adegan mistik. Jadi kalau ada masalah, bukan dengan akal dan nalarnya dipecahkan sambil minta ridho Allah tapi ke dukun, ke ini ke itu," kata Presiden SBY, Sabtu (2/6/2007). Kritik tersebut ia sampaikan menjawab pertanyaan salah seorang guru peserta acara Reuni Akbar Peserta Pelatihan dan Pendidikan Generasi Baru Guru I Telkom-Republika, di Istana Negara, Jakarta. Menurut Presiden, tayangan demikian punya dampak sangat berbahaya. Sebab hanya memberi contoh praktek menempuh jalan pintas dan menghalalkan segara cara serta tidak percaya pada proses untuk mencapai tujuan atau target tertentu. Padahal sesuai hukum alam, semua ada prosesnya dan membutuhkan kerja keras. Untuk mencapai apa pun juga membutuh waktu, pematangan dan kerja keras yang sunguh-sungguh serta doa pada Tuhan YME. "Jalan pintas untuk cepat kaya ke Jakarta. Ingin jadi pimpinan eksekutif, dengan cara nggak benar. Ini berbahaya. Semua ada jalannya. Ada prosesnya. Ada pematangan," ujar SBY. Kepala Negara pun berpesan, agar para guru menyelamatkan para siswa dari paham yang keliru tersebut. Tapi dalam prosesnya diingatkannya, di satu sisi untuk tidak selalu berprasangka buruk pada gerasi muda sekarang ini. "Tapi jangan lihat generasi sekarang serba jelek, membahayakan, tidak seperti kita dulu. Salah. Mereka juga punya potensi dan nilai sendiri," ujarnya.
(lh/nrl)











































