Laporan dari Brussel
Konser Balawan si 'Jari Dewa' Memukau
Jumat, 01 Jun 2007 20:56 WIB
Brussel - Dengan teknik touch tapping style mahatinggi, dia bisa menitahkan gitarnya untuk bersuara apa saja. "Ayo ke Bali." Chapeau!Membuka dengan gebrakan nomor Bird Song, Balawan menghipnotis audiens dengan double neck guitar-nya dalam konser amal berbendera Balawan Ethnic Jazz di Hall Oslo, Thon Hotel Brussels City Center, Kamis (31/5/2007) tadi malam. Hadir antara lain para dubes negara sahabat dan high society di Brussel.Konser ini merupakan bagian dari Indonesian Parade, sebuah paket diplomasi kebudayaan dan kampanye pariwisata hasil kolaborasi bersama Belgian-Indonesian Foundation for Cultural Promotion (BIFC Promotion) dan KBRI Brussel, yang telah dimulai malam sebelumnya dengan Balinese Gamelan Performance and Dance dan akan disusul dengan Food Festival, 4/6/2007 mendatang. Melalui kampanye ini, KBRI Brussel ingin mengenalkan kebudayaan Bali secara lengkap, dari tradisional sampai moderen, sekaligus mengincar kenaikan jumlah wisatawan di wilayah kerjanya ke angka 50.000 orang, dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Diperkuat Agung Dody (bass), Made Agung Wardana (kendang Bali), Nyoman Suida dan Wayan Swastika (gamelan), Balawan yang merangkap vokal dan gitar malam itu secara gemilang menghadirkan nomor-nomor jazz berwarna Bali, dengan aksi panggung dan improvisasi yang memukau. Publik Brussel surprised bagaimana dua gamelan sebagai instrumen pukul bisa mensubstitusi piano dan diaplikasikan secara mulus dalam sebuah harmoni jazz.Tidak hanya itu, kendang tradisional Bali didukung 'kecrek' bisa menegasi ketiadaan drum tanpa cacat. Tanpa berlebihan, tabokan kendang Made tak kalah dari gebukan drum moderen dari seorang Tony Williams atau Joe Morello sekalipun.Seusai nomor The Dance of The Janger, Balawan dkk makin menggila menghangatkan malam dengan nomor Kecak (diadopsi dari Tari Kecak), diseling dengan duel gitar versus kendang. Dengan gitarnya yang disulap bisa menghasilkan nada kendang, Balawan memberi isyarat tantangan ke arah Made apakah bisa menirukan nada kendang yang dihasilkan gitarnya. Made menjawab dengan bunyi dan nada yang identik. Apapun polah Balawan, Made bisa meladeni. Aplaus publik pun meledak.Pada nomor It's A Wonderful World berduet dengan Dubes Nadjib Riphat Kesoema dan Bubuy Bulan (solo), Balawan bahkan bisa menghadirkan suara terompet yang romantis-melankolis dari gitarnya. Atau bunyi kibor yang mengalir dan denting piano yang jernih pada nomor My Way yang dibawakan Dubes Malaysia."Gitar berleher dua ini seperti kedua tangan kita yang bisa saling bekerjasama menciptakan harmoni. Seperti dua negara yang saling bekerjasama dan menciptakan harmoni juga. Jika semua negara bisa saling bekerjasama juga, maka perdamaian dunia akan tercipta," ujar alumnus The Australian Institute of Music, Sydney itu. Secara terpisah diapun bisa membuat gitarnya melengking-lengking liar seperti sebuah terompet di tangan seorang Miles Davis. Balawan secara apik bisa mengimitasi George Benson, Louis Amstrong dan Miles Davis sekaligus, hanya dengan satu instrumen: gitar berleher dua!Klimaksnya, putera asli Bali kelahiran 9/9/1973 itu mendemonstrasikan kehebatan "Jari Dewa"-nya dengan besutan-besutan yang menghasilkan rumble (celotehan) mirip suara khas Al Jarreau. Bisa ditebak, aksi ini kembali disambut publik dengan aplaus membahana."Terimakasih semoga Anda terhibur dan makin jatuh cinta pada Bali. Ayo ke Bali. Bali kini sudah aman. Indonesia aman!" tutup Balawan di ujung konser, seusai menyajikan nomor "Semua Bisa Bilang" yang dipetik dari albumnya.
(es/es)











































